Norwegia Bungkam Brasil di Piala Dunia 2026: Nyland dan Haaland Jadi Pahlawan
Baca dalam 60 detik
- Norwegia menyingkirkan Brasil di babak 16 besar Piala Dunia 2026 berkat penampilan gemilang kiper Orjan Nyland dan dua gol Erling Haaland.
- Nyland menggagalkan penalti Bruno Guimaraes di babak pertama, sementara Haaland mencetak rekor tujuh gol dalam empat laga perdana Piala Dunia.
- Kemenangan ini menjadi kejutan terbesar turnamen dan membawa Norwegia ke perempat final untuk pertama kalinya sejak 1998.

Kiper Norwegia Orjan Nyland dan bomber Erling Haaland menjadi arsitek di balik salah satu kejutan terbesar Piala Dunia 2026, saat tim Skandinavia itu menaklukkan Brasil 2-1 di babak 16 besar, Selasa (30/6) waktu setempat. Kemenangan di New York New Jersey Stadium ini menghentikan langkah tim Samba yang diunggulkan melaju ke perempat final, sekaligus menjadi kekalahan perdana Brasil di fase tersebut sejak dikalahkan Argentina pada 1990.
Nyland, yang tampil luar biasa dengan empat penyelamatan krusial, termasuk menepis penalti Bruno Guimaraes pada menit ke-32, mengaku emosinya sulit diungkapkan. โIni perasaan terbaik yang pernah ada. Kami tahu dianggap underdog, tapi percaya bisa mengalahkan Brasil,โ ujarnya kepada FIFA. Kiper 35 tahun itu menekankan persiapan matang, termasuk kerja sama dengan pelatih mental dan analis, menjadi kunci suksesnya. โSaya sudah melakukan riset. Rasanya luar biasa bisa menjadi bagian dari kemenangan ini,โ tambahnya.
Haaland, yang mencetak dua gol, kini mencatatkan tujuh gol dalam empat penampilan perdananya di Piala Duniaโmenyamai rekor Gerd Muller pada 1970. โJika mendapat satu atau dua peluang, biasanya berujung gol. Saya tidak tahu bagaimana caranya, tapi itulah yang terjadi,โ kata striker Manchester City itu. Ia juga menyebut momen ini sebagai salah satu hari tergila dalam sejarah Norwegia, dan berharap generasi muda melihat membela timnas sebagai kebanggaan tertinggi.
Bagi Brasil, kekalahan ini menjadi pukulan telak. Tim asuhan Dorival Junior mendominasi penguasaan bola (62%) dan melepaskan 15 tembakan, namun gagal menembus pertahanan Norwegia yang disiplin. Satu-satunya gol balasan Brasil dicetak Vinicius Junior pada menit ke-78, tetapi terlambat untuk menyamakan kedudukan. Ini adalah pertama kalinya Brasil tersingkir di babak 16 besar sejak 1990, dan menimbulkan pertanyaan besar tentang konsistensi performa mereka di turnamen besar.
Konteks Indonesia: Bagi penggemar sepak bola Tanah Air, kemenangan Norwegia ini menjadi pengingat bahwa sepak bola tidak selalu tentang tim-tim besar. Semangat underdog Norwegia, yang dihuni pemain-pemain disiplin dan haus prestasi, bisa menjadi inspirasi bagi Timnas Indonesia yang tengah membangun skuad muda. Keberhasilan Nyland dan Haaland menunjukkan bahwa persiapan mental dan taktik yang matang mampu mengimbangi keunggulan individu lawan.
Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, yang disebut Nyland sebagai arsitek dongeng ini, kini harus mempersiapkan timnya untuk menghadapi lawan di perempat final. โKami tidak akan berhenti di sini. Kami ingin terus menulis sejarah,โ ujar Solbakken. Sementara itu, Brasil harus pulang lebih awal dan melakukan evaluasi besar-besaran. Pertanyaan besarnya: mampukah Norwegia mempertahankan performa ini hingga akhir, atau akankah Brasil bangkit di edisi mendatang?



