Kartu Merah Dibatalkan, Folarin Balogun Bela AS Lawan Belgia di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- FIFA mencabut sanksi kartu merah Folarin Balogun, membuatnya tersedia untuk laga 16 besar AS kontra Belgia.
- Keputusan ini didasarkan pada Pasal 27 FDC dengan masa percobaan satu tahun, menguntungkan AS yang incar perempat final pertama sejak 2002.
- Pertemuan AS vs Belgia di Piala Dunia selalu sengit, termasuk duel 2014 yang dimenangi Belgia lewat perpanjangan waktu.

Folarin Balogun dipastikan membela Amerika Serikat pada laga 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia, setelah Komite Disiplin FIFA secara resmi menangguhkan hukuman kartu merah yang diterimanya saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina. Keputusan ini menjadi angin segar bagi tim tuan rumah yang tengah berjuang menembus perempat final untuk pertama kalinya dalam 24 tahun terakhir.
Striker kelahiran New York berusia 25 tahun itu sempat diusir wasit pada menit ke-64 kemenangan 2-0 AS atas Bosnia di babak 32 besar. Namun, dalam sidang yang digelar Minggu (30/6) waktu setempat, FIFA memutuskan untuk menunda pelaksanaan skorsing otomatis dengan masa percobaan satu tahun. โBerdasarkan Pasal 27 FDC, penerapan skorsing pertandingan otomatis untuk pemain AS Folarin Balogun ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun,โ demikian bunyi pernyataan resmi FIFA.
Keputusan ini tentu menjadi keuntungan besar bagi AS. Balogun telah mencetak tiga gol selama turnamen dan menjadi salah satu motor serangan utama tim besutan Gregg Berhalter. Tanpanya, lini depan AS akan kehilangan ketajaman yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi Belgia, lawan yang secara historis kerap menyulitkan.
Pertandingan melawan Belgia sendiri dijadwalkan berlangsung di Seattle Stadium pada Senin (1/7). Ini bukan kali pertama kedua tim bertemu di panggung Piala Dunia. Pada edisi 2014 di Brasil, Belgia menyingkirkan AS lewat pertarungan sengit yang berakhir 2-1 di babak perpanjangan waktu. Saat itu, kiper AS Tim Howard tampil heroik dengan 16 penyelamatan, sebuah rekor yang bertahan hingga kini. Kenangan pahit itu tentu masih membekas, dan AS bertekad membalaskan dendam di hadapan pendukung sendiri.
Bagi publik sepak bola Indonesia, duel AS vs Belgia menyajikan tontonan menarik. Kedua tim memiliki basis penggemar yang cukup besar di Tanah Air, terutama AS yang kerap dianggap sebagai underdog dengan semangat juang tinggi. Sementara Belgia, dengan generasi emasnya yang mulai memudar, tetap diunggulkan berkat pengalaman dan kualitas individu pemainnya. Namun, kehadiran Balogun bisa menjadi faktor pembeda yang membuat pertandingan semakin ketat.
Pertanyaan besarnya, akankah AS mampu memanfaatkan momentum ini untuk mengakhiri puasa panjang perempat final? Atau Belgia kembali menjadi batu sandungan? Satu hal yang pasti, laga nanti akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi tuan rumah Piala Dunia 2026.



