Amorim Akhirnya Buka Suara: Minta Maaf ke Fans Manchester United Usai Dipecat
Baca dalam 60 detik
- Ruben Amorim meminta maaf karena bungkam selama empat bulan setelah dipecat Manchester United, dan mengaku bangga pernah melatih Setan Merah.
- Pelatih asal Portugal itu resmi menangani AC Milan dengan kontrak tiga tahun, dan langsung berupaya mempertahankan Luka Modric.
- AC Milan akan berjumpa Manchester United dalam laga pramusim di Polandia pada 15 Agustus, menjadi pertemuan pertama Amorim dengan mantan klubnya.

Ruben Amorim akhirnya memecah kebisuannya. Empat bulan setelah dipecat Manchester United pada Januari lalu, pelatih asal Portugal itu menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung Setan Merah karena tidak pernah angkat bicara usai kepergiannya. Dalam sesi perkenalan sebagai pelatih baru AC Milan, Rabu (4/6), Amorim mengaku bangga pernah menukangi klub sebesar United, meski masa baktinya hanya berlangsung 14 bulan.
Amorim memilih bungkam total setelah meninggalkan Old Trafford. Tidak ada pernyataan di media sosial, tidak ada wawancara, hingga akhirnya ia menerima tawaran AC Milan. Kontrak tiga tahun di San Siro menjadi awal baru bagi pelatih berusia 41 tahun itu. Namun, dalam konferensi pers yang berlangsung 35 menit, pertanyaan soal masa lalunya di Manchester baru muncul di penghujung acara. Sebelumnya, Amorim sudah mengakui bahwa ia melakukan sejumlah kesalahan selama menangani United dan merasa semakin lapar akan kesuksesan setelah pengalaman pahit itu.
"Sulit menjelaskan kesalahan apa saja tanpa menjabarkan seluruh konteks petualangan terakhir saya," ujar Amorim. "Yang bisa saya katakan, saya banyak belajar dan memang melakukan kesalahan. Saya tidak punya kesempatanโdan saya minta maaf untuk ituโuntuk menyampaikan sesuatu kepada fans Manchester United saat itu. Tapi saya benar-benar bangga pernah menjadi pelatih mereka selama setahun." Ia menambahkan bahwa setiap orang belajar dari pengalaman, dan ia bertekad menjadi lebih baik di Milan.
Ironisnya, AC Milan akan berhadapan dengan Manchester United dalam laga pramusim terakhir mereka di Polandia pada 15 Agustus. Pertandingan itu dipastikan menjadi momen emosional bagi Amorim, yang untuk pertama kalinya bertemu mantan klubnya sejak dipecat. Di sisi lain, pemilik Milan Gerry Cardinale yang duduk di samping Amorim dalam konferensi pers menegaskan akan mengambil peran lebih aktif setelah musim lalu yang buruk. Milan hanya mengumpulkan tujuh poin dari delapan pertandingan terakhir dan gagal lolos ke Liga Champions.
Salah satu tugas pertama Amorim adalah membujuk Luka Modric agar bertahan. Gelandang Kroasia berusia 40 tahun itu memiliki opsi perpanjangan kontrak satu tahun, namun belum mengambil keputusan. "Modric adalah pemain yang ingin kami pertahankan karena pengalamannya," kata Amorim. "Saya sudah bicara dua kali dengannya. Jika perlu, saya akan jemput langsung. Dia bermain sangat baik dan menjadi kunci, terutama untuk menjaga penguasaan bola. Saya tidak akan bilang dia akan main di semua pertandingan, tapi kami sangat mengandalkannya musim depan."
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Amorim menjadi pengingat bahwa tekanan di klub sebesar Manchester United bisa menghancurkan karier pelatih mana pun. Namun, kesempatan kedua di AC Milan bisa menjadi ajang pembuktian. Akankah Amorim mampu membawa Milan kembali ke papan atas Italia dan Eropa? Atau justru kembali terpuruk seperti di Old Trafford? Jawabannya akan mulai terlihat saat musim baru bergulir.



