Arsenal Siapkan Dana Rp2,6 Triliun untuk Rekrut Morgan Rogers: Akhir Petualangan Martinelli dan Trossard?
Baca dalam 60 detik
- Arsenal menjadikan Morgan Rogers sebagai target utama bursa transfer musim panas 2026, dengan nilai banderol mencapai £130 juta atau sekitar Rp2,6 triliun.
- Kedatangan Rogers diprediksi akan menggeser posisi Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard, yang selama ini bergantian mengisi sektor sayap kiri The Gunners.
- Kedua pemain saat ini sudah memiliki opsi hengkang: Trossard ke Besiktas (£17 juta) dan Martinelli ke Newcastle United, membuka peluang restrukturisasi besar di lini depan Arsenal.

Arsenal dikabarkan telah menetapkan Morgan Rogers, gelandang serang Aston Villa, sebagai target utama mereka di bursa transfer musim panas 2026—sebuah langkah yang tidak hanya akan mengubah komposisi lini depan tetapi juga berpotensi mengakhiri karier dua pemain sayap kiri mereka, Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard, di Emirates Stadium.
Menurut jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano, The Gunners telah membuat kemajuan signifikan dalam negosiasi dengan pihak pemain dan kini tinggal menunggu kesepakatan dengan Aston Villa. "Untuk Arsenal, target nomor satu tetap Morgan Rogers. Jika mereka bisa mencapai kesepakatan dengan Aston Villa, mereka akan menandatanganinya," ujar Romano di kanal YouTube-nya. Ia menambahkan bahwa Bradley Barcola menjadi opsi cadangan, namun Rogers adalah kandidat paling serius untuk menjadi winger anyar Mikel Arteta.
Nilai transfer yang dipatok untuk pemain berusia 23 tahun itu mencapai £130 juta (sekitar Rp2,6 triliun), menjadikannya salah satu rekrutan termahal dalam sejarah Arsenal. Angka tersebut mencerminkan performa konsisten Rogers dalam dua musim terakhir bersama Aston Villa. Pada musim 2024/2025, ia mencatatkan 8 gol dan 10 assist di Premier League, serta total 14 gol dan 13 assist di semua kompetisi. Musim lalu, ia kembali menorehkan double-digit untuk gol dan assist, menunjukkan konsistensi yang langka di usia mudanya.
Keputusan Arsenal untuk memburu Rogers bukannya tanpa alasan. Sepanjang musim 2025/2026, Arteta kerap berganti-ganti antara Martinelli dan Trossard di sisi kiri serangan karena tak satu pun dari mereka mampu tampil konsisten. Trossard, yang lebih sering menjadi pilihan utama di Premier League, hanya mencatatkan 6 gol dan 6 assist dari 31 penampilan. Sementara Martinelli, yang lebih banyak menjadi pelapis, hanya mengemas 1 gol dan 4 assist di liga, meski totalnya di semua kompetisi mencapai 11 gol berkat performa apik di Liga Champions dan Piala FA.
Ketidakmampuan kedua pemain untuk mengamankan posisi inti secara permanen membuat Arteta menginginkan figur yang bisa diandalkan seperti William Saliba, Gabriel, atau Declan Rice di posisi masing-masing. Rogers, yang juga bisa bermain sebagai gelandang serang, dinilai memiliki kualitas dan konsistensi untuk menjadi starter tetap. Catatan tiga musim beruntun dengan double-digit gol menjadi bukti bahwa ia bukan pemain yang hanya bersinar sesaat.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Arsenal di bursa transfer ini menarik untuk dicermati, terutama karena klub ini memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Jika Rogers benar-benar bergabung, persaingan di lini depan Arsenal akan semakin ketat, dan bisa berdampak pada menit bermain pemain-pemain yang sebelumnya menjadi andalan. Selain itu, nilai transfer yang fantastis juga menunjukkan betapa agresifnya klub-klub Premier League dalam memburu talenta muda, yang bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, dalam mengelola aset pemain.
Dengan adanya opsi hengkang bagi Trossard dan Martinelli—masing-masing ke Besiktas dan Newcastle United—keputusan Arsenal untuk merekrut Rogers bisa menjadi awal dari perombakan besar di sektor sayap. Pertanyaannya, mampukah Rogers memenuhi ekspektasi setinggi langit dan menjadi bintang baru di Emirates, ataukah ia hanya akan menjadi bagian dari daftar panjang rekrutan mahal yang gagal bersinar?



