Duel Rekan Setim Bayern: Davies vs Saibari di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Alphonso Davies dan Ismael Saibari, rekan setim baru di Bayern Munich, akan saling berhadapan saat Kanada menjamu Maroko di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
- Davies baru pulih dari cedera dan tampil impresif sebagai pemain pengganti, sementara Saibari menjadi bintang dengan tiga gol dan penalti penentu kemenangan.
- Pertandingan di Houston ini menjadi ujian bagi Kanada yang belum pernah mengalahkan Maroko, sekaligus menentukan nasib salah satu pemain Bayern yang akan melaju ke perempat final.

Babak 16 besar Piala Dunia 2026 mempertemukan dua rekan setim baru Bayern Munich yang harus saling menjegal demi negaranya masing-masing: Alphonso Davies dari Kanada dan Ismael Saibari dari Maroko. Laga yang akan digelar di Houston ini tidak hanya menentukan langkah ke perempat final, tetapi juga menjadi panggung bagi dua pemain yang baru akan merapat ke Allianz Arena pada musim depan.
Davies, yang sempat diragukan tampil akibat cedera otot panjang, baru menunjukkan tajinya pada menit-menit akhir laga Kanada melawan Afrika Selatan di babak 32 besar. Meski hanya bermain 15 menit, kehadirannya langsung mengubah ritme permainan tuan rumah. Stephen Eustรกquio memang menjadi pahlawan dengan gol kemenangan di masa injury time, tetapi Davies-lah yang memberikan energi baru bagi skuad asuhan John Herdman. โKembali ke stadion ini seperti menyelesaikan sesuatu yang saya mulai setahun lalu,โ ujar Davies seusai pertandingan, merujuk pada pengalaman pahitnya di tempat yang sama saat playoff CONCACAF Nations League 2025.
Di sisi lain, Saibari menjalani turnamen yang gemilang. Gelandang serang berusia 25 tahun itu sudah mengoleksi tiga gol, termasuk gol lob spektakuler ke gawang Brasil di laga pembuka, serta satu penalti penentu kemenangan. Performanya di Piala Dunia ini menjadi bukti nyata mengapa Bayern Munich rela mengeluarkan dana untuk merekrutnya dari PSV Eindhoven. Saibari dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Eredivisie musim lalu setelah mencetak 15 gol dan delapan assist dalam 27 pertandingan liga. Ia juga menjadi pemain dengan jumlah tembakan terbanyak kedua di liga Belanda (76 percobaan, 37 tepat sasaran). โGaya bermain saya paling cocok di kotak penalti, mencetak gol dan memberi assist,โ kata Saibari dalam wawancara sebelumnya.
Bagi Kanada, sejarah menjadi lawan yang berat. Dalam empat pertemuan sebelumnya, Kanada tak pernah sekalipun menang atas Maroko. Kekalahan terakhir terjadi di Piala Dunia 2022, saat Maroko menang 2-1 dalam perjalanan mereka yang sensasional hingga semifinal. Namun, kali ini Kanada bermain sebagai tuan rumah dan memiliki dukungan penuh dari publik sendiri. Davies, yang baru pulih, diharapkan bisa tampil lebih lama untuk mengubah catatan buruk tersebut.
Dari sudut pandang Indonesia, duel ini menarik karena menunjukkan bagaimana kompetisi internal klub top Eropa seperti Bayern Munich bisa memengaruhi performa pemain di panggung dunia. Bagi penggemar sepak bola Tanah Air, laga ini juga menjadi tontonan berkualitas yang mempertemukan dua gaya bermain berbeda: kecepatan dan ketangguhan Davies di sisi kiri versus kreativitas dan ketajaman Saibari di lini depan. Tidak menutup kemungkinan, hasil pertandingan ini akan memengaruhi persaingan di Bundesliga musim depan, ketika keduanya resmi menjadi rekan setim.
Pada akhirnya, hanya satu yang akan melanjutkan perjalanan ke perempat final. Yang kalah harus pulang lebih awal ke Munich dan menanti kembalinya rekan setim barunya. Pertanyaannya, akankah Davies mampu mematahkan kutukan sejarah Kanada, atau Saibari akan kembali menjadi mimpi buruk bagi tim tuan rumah?



