Bersiap Hadapi Meksiko, Timnas Inggris Dihantui Cuaca, Ketinggian, hingga Mata-mata
Baca dalam 60 detik
- Timnas Inggris mendapat sambutan boikot dari suporter Meksiko saat tiba di hotel, serta menghadapi potensi gangguan tidur akibat aksi serupa yang sebelumnya menimpa Ekuador.
- FIFA sempat ingin memajukan jadwal pertandingan karena ancaman badai petir, namun akhirnya dibatalkan; cuaca ekstrem tetap berpotensi menunda laga.
- Ketinggian Kota Meksiko (2.240 mdpl) menjadi kelemahan besar Inggris yang hanya punya dua hari aklimatisasi, sementara tuan rumah sudah terbiasa.

Kedatangan skuad Inggris di Kota Meksiko disambut cemoohan dan boikot dari penduduk setempat, namun itu hanyalah satu dari sekian banyak rintangan yang harus dihadapi Thomas Tuchel dan anak asuhnya jelang laga hidup-mati melawan tuan rumah Meksiko pada babak 16 besar Piala Dunia, Senin (1/7) dini hari WIB.
Ratusan warga berkumpul di luar hotel tempat Inggris menginap pada Jumat (28/6) waktu setempat, meneriakkan yel-yel dukungan untuk Meksiko dan mencemooh rombongan Three Lions. Personel Garda Nasional Meksiko dan polisi anti-huru-hara dikerahkan untuk mengamankan area sekitar hotel. Langkah pengamanan ekstra ini diambil setelah Federasi Sepak Bola Ekuador mengajukan keluhan resmi ke FIFA terkait gangguan suara yang dialami pemain mereka saat melawan Meksiko di babak sebelumnya.
Menurut laporan, suporter Meksiko sengaja menjaga para pemain Ekuador tetap terjaga dengan menggunakan pengeras suara, klakson, dan sepeda motor di luar hotel pada larut malam. Untuk mengantisipasi hal serupa, manajemen Inggris menyiapkan alat bantu tidur seperti mesin white noise dan obat tidur alami. Gelandang serang Morgan Rogers mengaku siap menghadapi gangguan tersebut. "Saya tidak akan senang jika terbangun, tapi kami akan menghadapinya sebaik mungkin. Ini hanya rintangan lain yang harus diatasi," ujarnya.
Faktor cuaca menjadi kekhawatiran tersendiri. Pada Jumat, FIFA sempat mempertimbangkan memajukan jadwal kick-off enam jam lebih awal karena prakiraan badai petir. Keputusan itu menuai kemarahan dari Federasi Sepak Bola Inggris (FA) dan Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF) karena diumumkan kurang dari 48 jam sebelum pertandingan. Akhirnya jadwal tetap sesuai rencana, namun tetap bergantung pada kondisi cuaca. Pertandingan Meksiko melawan Ekuador di venue yang sama sebelumnya sempat tertunda satu jam akibat petir dan guntur. BBC Weather memperingatkan risiko badai petir disertai hujan es pada Minggu, dengan aktivitas badai cenderung memuncak pada sore hingga malam hari.
Selain cuaca, ketinggian Kota Meksiko menjadi tantangan fisiologis yang signifikan. Timnas Inggris baru tiba dua hari sebelum pertandingan, jauh dari waktu ideal aklimatisasi yang biasanya membutuhkan satu hingga dua minggu. "Kecepatan lari maksimal tidak terpengaruh, tetapi pemain butuh waktu lebih lama untuk pulih setelah setiap sprint," jelas Dr. Wainwright. Pelatih Thomas Tuchel secara terbuka mengakui timnya berada dalam posisi yang sangat dirugikan secara fisik. Sebagai perbandingan, tim rugbi Inggris yang akan bertanding di Johannesburg (ketinggian 1.753 mdpl) telah menjalani latihan dengan masker khusus untuk mengurangi asupan oksigen.
Isu lain yang mencuat adalah kekhawatiran akan aksi mata-mata. Menurut laporan Daily Mail, Inggris sengaja menunda keberangkatan dari markas mereka di Kansas City, Missouri, ke Kota Meksiko untuk menghindari kemungkinan pengintaian. Tuchel dikabarkan ingin merahasiakan taktik yang diujicobakan dalam latihan. Pusat latihan Inggris di Kansas City dinilai lebih aman dari potensi spionase dibandingkan La Cantera, markas klub Pumas yang menjadi lokasi latihan di Meksiko.
Dengan segala hambatan yang ada, pertandingan Inggris melawan Meksiko diprediksi berlangsung sengit. Akankah Inggris mampu mengatasi tekanan suporter, cuaca ekstrem, dan ketinggian untuk melaju ke perempat final? Atau justru tuan rumah yang memanfaatkan segala keunggulan untuk merebut kemenangan?



