Genoa Siap Tampung Evan Ferguson: Pinjaman Kering dari Brighton setelah Gagal di Roma
Baca dalam 60 detik
- Genoa dikabarkan mencapai kesepakatan pinjaman tanpa opsi pembelian untuk Evan Ferguson dari Brighton.
- Striker Irlandia itu hanya tampil 22 kali bersama Roma musim lalu, dengan torehan lima gol dan dua assist.
- Kepindahan ke Marassi diharapkan memberi menit bermain lebih banyak bagi pemain 21 tahun yang kerap diganggu cedera.

Genoa bergerak cepat memanfaatkan peluang di bursa transfer musim panas. Klub Serie A itu dikabarkan hampir mengunci kesepakatan pinjaman kering untuk penyerang Brighton & Hove Albion, Evan Ferguson, yang musim lalu gagal bersinar di Roma. Langkah ini menjadi sinyal ambisi Genoa untuk memperkuat lini depan tanpa menguras kantong, sekaligus memberi Ferguson kesempatan kedua membuktikan diri di kompetisi Italia.
Ferguson, yang genap berusia 22 tahun pada Oktober mendatang, bukan nama asing di kancah sepak bola Eropa. Ia telah mengoleksi 26 caps bersama timnas Republik Irlandia dengan sumbangan delapan gol. Namun, kariernya di Serie A musim lalu berjalan pahit. Dipinjamkan ke Roma dengan biaya 3 juta euro plus opsi pembelian senilai 40 juta euro, Ferguson nyaris tidak mendapat tempat di skuad utama I Giallorossi. Ia hanya mencatatkan 22 penampilan kompetitif, dengan kontribusi lima gol dan dua assistโangka yang jauh dari ekspektasi.
Masalah cedera menjadi biang keladi utama. Ferguson berkali-kali absen akibat masalah fisik, dan puncaknya adalah cedera pergelangan kaki pada Januari 2026 yang memaksanya menepi hingga akhir musim. Pengalaman pahit itu, alih-alih membuatnya kapok, justru memicu keinginan kuat untuk kembali membuktikan diri di Italia. Menurut laporan Sky Sport Italia dan pakar transfer Fabrizio Romano, negosiasi antara Genoa dan Brighton sudah berada di tahap lanjut.
Yang menarik, kesepakatan kali ini berbentuk pinjaman keringโtanpa opsi pembelian permanen. Keputusan ini menunjukkan Brighton masih memegang kendali atas masa depan pemainnya, sembari memberi Ferguson ruang untuk memulihkan performa dan nilai jualnya. Genoa sendiri berjanji akan memberikan menit bermain yang lebih reguler di Stadio Luigi Ferraris, sebuah jaminan yang tidak didapatkannya di Roma.
Bagi Genoa, langkah ini adalah perjudian yang terukur. Ferguson adalah pemain bertalenta dengan naluri gol yang tajam, tetapi riwayat cederanya menjadi tanda tanya besar. Jika fit, ia bisa menjadi pembeda di lini serang Genoa yang musim lalu kesulitan mencetak gol. Namun, jika cedera kembali menghantuinya, pinjaman ini bisa menjadi beban bagi klub yang tengah membangun skuad kompetitif.
Dari perspektif Indonesia, pergerakan ini menarik untuk dicermati. Liga Italia memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air, dan nasib pemain seperti Ferguson sering kali menjadi sorotan. Kehadirannya di Genoa bisa meningkatkan daya tarik Serie A bagi penonton Indonesia, terutama jika ia mampu tampil konsisten. Selain itu, pola transfer pinjaman kering yang diambil Genoa bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, dalam mengelola risiko finansial dan pengembangan pemain muda.
Ferguson sendiri tampaknya antusias menyambut tantangan baru. Meski belum ada pernyataan resmi, keinginannya untuk kembali ke Serie A sudah terlihat jelas. Dengan dukungan penuh dari pelatih dan staf medis Genoa, ia berpeluang besar menghidupkan kembali kariernya yang sempat meredup. Pertanyaannya, akankah ia mampu melepas stigma pemain rapuh dan membuktikan bahwa talentanya layak diperhitungkan di panggung tertinggi sepak bola Italia?



