Leeds Alihkan Incaran ke Rafael Leao: Alternatif Mahal untuk Gantikan Igor Paixao
Baca dalam 60 detik
- Leeds United berpotensi mengalihkan target dari Igor Paixao ke Rafael Leao setelah kendala harga dan keinginan pemain bertahan di Marseille.
- Leao, bintang AC Milan, dinilai sebagai peningkatan kualitas dibanding Paixao, dengan rekam jejak konsisten di Serie A dan kemampuan dribel yang sulit dihentikan.
- Keputusan Leeds akan menentukan daya saing mereka di Premier League musim depan, mengingat kebutuhan akan kreativitas di lini depan.

Leeds United dikabarkan siap melupakan rencana mendatangkan Igor Paixao dari Marseille dan mengalihkan fokus ke Rafael Leao, penyerang sayap AC Milan, sebagai prioritas utama di sisa bursa transfer musim panas. Langkah ini muncul setelah negosiasi dengan klub Prancis tersebut menemui jalan buntu, baik dari sisi harga maupun keinginan pemain untuk bertahan.
Sejauh ini, Leeds baru mendatangkan Harry Wilson secara gratis dari Fulham, sementara dana besar justru dikucurkan untuk lini belakang. Tarik Muharemovic ditebus dari Sassuolo senilai 34 juta poundsterling dan James Trafford diboyong dari Manchester City dengan biaya 40 juta poundsterling. Ketertarikan pada Paixao sebenarnya sudah berlangsung lama, bahkan sejak pemain Brasil itu masih berseragam Feyenoord musim lalu. Namun, kabar bahwa Paixao betah di Marseille dan banderol 43 juta poundsterling yang dipatok membuat Leeds berpikir ulang.
Paixao memang tampil impresif dengan torehan 18 gol dan 14 assist untuk Feyenoord pada 2024/25, serta mencatatkan kontribusi gol dua digit di Ligue 1 musim lalu. Akan tetapi, keengganannya pindah menjadi penghalang utama. Di sisi lain, Leao muncul sebagai alternatif yang lebih menarik. Laporan menyebut Leeds dan Aston Villa telah mengajukan tawaran senilai 46 juta poundsterling untuk pemain berusia 27 tahun itu. Leao, yang digaji sekitar 9 juta poundsterling per tahun, dianggap sebagai salah satu winger kiri terbaik dunia oleh pengamat Como, Ben Mattinson.
Kualitas Leao tidak perlu diragukan. Ia pernah disebut "tak terhentikan" oleh Nico Williams, pemenang Piala Dunia, dan mantan pelatihnya, Stefano Pioli, bahkan menjulukinya sebagai "Thierry Henry muda". Statistiknya di Serie A musim lalu menunjukkan dominasi dalam dribel, peluang diciptakan, dan penyelesaian akhir. Namun, produktivitasnya sempat menurun dengan hanya sepuluh gol dan tiga assist di semua kompetisi, setelah sebelumnya konsisten mencatatkan dua digit gol dan assist selama empat musim beruntun bersama Milan. Total 57 gol dan 44 assist sejak 2021/22 membuktikan konsistensinya.
Konteks Indonesia: Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, kabar ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Liga Primer Inggris berlomba memperkuat skuad demi bersaing di papan atas. Jika Leeds berhasil mendapatkan Leao, hal itu bisa meningkatkan daya tarik laga-laga mereka yang kerap disiarkan langsung di televisi nasional, sekaligus menjadi magnet bagi penggemar setia The Whites di Tanah Air.
Keputusan Leeds untuk mengejar Leao bukan tanpa risiko. Gaji tinggi dan biaya transfer yang besar bisa mengganggu keseimbangan keuangan klub, terutama jika gagal memenuhi ekspektasi. Namun, pelatih Daniel Farke punya reputasi memulihkan performa pemain yang sedang menurun, seperti yang ia lakukan terhadap Noah Okafor dan Dominic Calvert-Lewin musim lalu. Keduanya yang tadinya hanya mencetak empat gol gabungan, berhasil disulap menjadi 22 gol di Liga Primer. Farke diyakini mampu mengembalikan sentuhan terbaik Leao dan menjadikannya pembeda di lini serang Leeds.
Dengan tenggat waktu bursa yang semakin dekat, Leeds harus bergerak cepat. Pertanyaannya, akankah mereka berani mengambil risiko finansial demi mendatangkan pemain sekaliber Leao? Atau justru memilih opsi yang lebih aman? Keputusan ini akan menentukan arah musim depan dan ambisi Leeds untuk kembali ke papan atas Inggris.



