Debut Mengesankan Jeremy Jacquet di Liverpool: Bek Muda yang Mencuri Perhatian Andoni Iraola
Baca dalam 60 detik
- Bek tengah berusia 21 tahun, Jeremy Jacquet, tampil impresif saat Liverpool menaklukkan Como 2-0 di laga pramusim, dengan enam tekel sukses dan satu gol.
- Penampilan Jacquet memicu perbandingan dengan Eli Kroupi Junior, rekrutan sukses Iraola di Bournemouth, menandakan potensi besar pemain Prancis itu di Anfield.
- Kemenangan ini memberi sinyal positif bagi Iraola menjelang Premier League, meski ia masih membutuhkan tambahan amunisi, termasuk potensi transfer Bradley Barcola yang masih alot.

Liverpool menutup rangkaian pramusim mereka dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Como di Anfield, dan di balik hasil tersebut, seorang bek muda Prancis, Jeremy Jacquet, berhasil mencuri perhatian publik. Debutnya yang hanya berlangsung 45 menit cukup untuk membuktikan bahwa ia bukan sekadar pelengkap skuad, melainkan calon bintang masa depan di lini belakang The Reds.
Pelatih anyar Andoni Iraola tentu tersenyum melihat performa anak asuhnya. Kemenangan ini memberinya gambaran lebih jelas tentang komposisi tim utama menjelang laga pembuka Premier League akhir pekan depan. Meski begitu, ia tetap menginginkan tambahan pemain baru sebelum bursa transfer ditutup, namun kualitas skuad yang ada saat ini sudah cukup menjanjikan.
Di antara para pemain yang tampil menonjol, Jacquet menjadi sorotan utama. Bek tengah yang baru bergabung dengan nilai transfer sekitar ยฃ60 juta ini langsung menunjukkan kelasnya. Dalam 45 menit pertamanya di hadapan pendukung Liverpool, ia berhasil melakukan enam tekel sukses, memenangkan 100% duel udara, dan bahkan mencetak gol. Akurasi umpannya pun luar biasa, dengan 45 dari 47 operan berhasil mencapai sasaran.
Penampilan memukau Jacquet ini sontak memicu perbandingan dengan Eli Kroupi Junior, pemain yang sukses besar di bawah asuhan Iraola saat di Bournemouth. Meski posisinya berbeda, Jacquet dinilai memiliki potensi untuk mengulang kesuksesan Kroupi di musim pertamanya di Liga Inggris. Jurnalis Bence Bocsak bahkan menyebut penampilan Jacquet sebagai sesuatu yang "fenomenal".
Di sisi lain, kemenangan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi Cody Gakpo. Winger asal Belanda itu tampil tajam dengan satu gol dan satu assist, sekaligus meredam spekulasi kepergiannya dari Anfield. Gakpo bermain penuh semangat dan menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Como yang diasuh Cesc Fร bregas.
Namun, fokus utama Liverpool di bursa transfer musim panas ini tetap pada upaya mendatangkan Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain. Kesepakatan personal tampaknya tidak menjadi kendala, tetapi perbedaan nilai transfer antara kedua klub masih menjadi ganjalan. Jika jadi terwujud, Barcola akan menjadi rekrutan termahal Iraola, melampaui rekor transfer Kroupi di Bournemouth.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik untuk disimak. Liverpool, sebagai klub dengan basis penggemar besar di Indonesia, selalu menjadi sorotan. Kehadiran pemain muda potensial seperti Jacquet memberikan harapan baru bagi masa depan klub, sekaligus menambah daya tarik kompetisi Premier League yang memang sudah sangat dinantikan.
Pertanyaannya sekarang, akankah Jacquet mampu mempertahankan performa impresifnya dan menjadi pilar utama lini belakang Liverpool? Atau justru ia akan menjadi pelengkap penderita seperti beberapa pemain muda lainnya yang gagal bersinar di Anfield? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal yang pasti, awal yang luar biasa telah ia torehkan.



