Tuan Rumah Inggris Tantang Australia di Final Piala Dunia T20 Wanita
Baca dalam 60 detik
- Inggris mengalahkan Afrika Selatan dengan skor meyakinkan 40 run di The Oval, memastikan tiket final setelah delapan tahun absen.
- Kapten Nat Sciver-Brunt tampil gemilang dengan 75 run dari 47 bola, pulih dari cedera betis yang sempat mengancam keikutsertaannya.
- Final di Lord's pada Minggu akan mempertemukan Inggris dengan juara bertahan Australia yang telah enam kali menjuarai turnamen ini.

Inggris sukses memastikan tempat di partai puncak Piala Dunia T20 Wanita setelah menundukkan Afrika Selatan dengan selisih 40 run di The Oval, London, Kamis (2/7). Kemenangan ini mengantarkan tim tuan rumah ke final untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir, sekaligus menantang Australia yang telah mendominasi turnamen dengan enam gelar juara.
Kapten Inggris Nat Sciver-Brunt menjadi bintang lapangan dengan mencetak 75 run dari 47 bola, sebuah pencapaian luar biasa mengingat ia baru pulih dari cedera betis yang sempat membuatnya diragukan tampil di turnamen ini. Bersama Heather Knight yang menyumbang 58 run dari 47 bola, keduanya membangun kemitraan kritis sebesar 133 run dari 90 bola setelah Inggris sempat terpuruk di angka 23-3 pada awal inning.
Inggris akhirnya menutup inning dengan skor 169-5 setelah memilih batting pertama. Afrika Selatan, dalam upaya mengejar, hanya mampu mengumpulkan 129-8. Kapten Afrika Selatan Laura Wolvaardt hanya mencetak 17 run sebelum ditangkap oleh Sophie Ecclestone dari lemparan Linsey Smith, setelah membuka inning dengan kemitraan 43 run bersama Tazmin Brits. Brits sendiri menjadi pencetak run terbanyak untuk timnya dengan 51 run dari 45 bola.
Pertandingan final yang akan berlangsung di Lord's pada Minggu mendatang diprediksi berlangsung sengit. Australia, yang telah memenangkan enam edisi Piala Dunia T20 Wanita sebelumnya, datang dengan status juara bertahan dan pengalaman berlimpah. Namun, Inggris sebagai tuan rumah memiliki keuntungan bermain di kandang sendiri dan dukungan penuh dari publik.
Bagi Indonesia, kehadiran final Piala Dunia T20 Wanita ini menjadi momentum untuk mengamati perkembangan kriket wanita di tingkat global. Meskipun kriket belum menjadi olahraga utama di Indonesia, turnamen ini bisa menjadi inspirasi bagi atlet-atlet wanita tanah air untuk berprestasi di kancah internasional. Selain itu, dominasi Australia dan kebangkitan Inggris menunjukkan bahwa persaingan di kriket wanita semakin ketat, yang bisa menjadi pelajaran bagi pengembangan olahraga ini di Indonesia.
Pertanyaan besarnya, mampukah Inggris memanfaatkan keunggulan kandang untuk merebut gelar perdana mereka, atau akankah Australia kembali menunjukkan superioritasnya? Jawabannya akan terungkap di Lord's akhir pekan ini.



