Singapura dan Timor Leste Perkuat Kemitraan: Investasi hingga Akses Pekerja Migran
Baca dalam 60 detik
- Perdana Menteri Lawrence Wong dan PM Xanana Gusmao menandatangani kerangka kerja sama bilateral yang mencakup konsultasi rutin di tingkat kementerian luar negeri.
- Singapura membuka sektor konstruksi dan galangan kapal bagi pekerja Timor Leste mulai paruh kedua 2027, merespons minat awal perusahaan.
- Kerja sama kesehatan dan pendidikan diperluas, termasuk pelatihan tenaga medis dan persiapan Timor Leste menjadi ketua ASEAN pada 2029.

Singapura dan Timor Leste resmi meningkatkan hubungan bilateral ke level baru. Dalam kunjungan perdana seorang perdana menteri Singapura ke Dili, Lawrence Wong dan mitranya Xanana Gusmao menyaksikan penandatanganan perjanjian kerangka kerja sama pada Kamis (3/7). Kesepakatan ini tidak hanya memperkuat ikatan ekonomi, tetapi juga membuka pintu bagi aliran tenaga kerja dan transfer pengetahuan di bidang kesehatan serta pendidikan.
Perjanjian tersebut mengatur mekanisme konsultasi reguler antara kementerian luar negeri kedua negara. Wong menjelaskan, forum ini akan membahas isu bilateral, regional, dan strategis. โIni menyediakan platform untuk koordinasi yang lebih erat antara kedua pemerintah,โ ujarnya dalam konferensi pers bersama di Istana Pemerintah Dili.
Di sektor ekonomi, Singapura saat ini tercatat sebagai salah satu investor terbesar di Timor Leste. Perusahaan-perusahaan Negeri Singa telah menjajaki peluang di berbagai bidang, mulai dari perdagangan grosir hingga energi terbarukan. Wong menegaskan, investasi tersebut mencerminkan keyakinan yang tumbuh terhadap masa depan Timor Leste. โDengan bekerja sama, kita dapat menciptakan peluang bisnis baru, mendukung diversifikasi ekonomi, dan menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan yang menguntungkan kedua bangsa,โ katanya.
Keputusan strategis lainnya adalah membuka pintu bagi pekerja asal Timor Leste. Mulai paruh kedua 2027, Singapura akan memasukkan Timor Leste ke dalam daftar sumber non-tradisional untuk perekrutan pekerja di sektor konstruksi dan galangan kapal. Juru bicara Kementerian Tenaga Kerja Singapura mengungkapkan, pihaknya telah melihat minat awal dari perusahaan-perusahaan Singapura untuk mempekerjakan tenaga kerja Timor Leste. Langkah ini diharapkan memberi perusahaan akses ke kumpulan tenaga kerja yang lebih luas dan beragam.
Di bidang kesehatan, National University Hospital (NUH) dan Kementerian Kesehatan Timor Leste akan menandatangani nota kesepahaman pada akhir Juli. Kerja sama ini mencakup pengembangan tenaga kesehatan, sistem pelatihan, kapasitas kesehatan masyarakat, dan penguatan sistem kesehatan di Timor Leste. Prioritas yang akan didukung meliputi penanganan darurat, perawatan pra-rumah sakit, pediatri, oftalmologi, obstetri dan ginekologi, serta perawatan suportif dasar.
Sementara itu, di sektor pendidikan, Singapura membantu pengembangan institut nasional pelatihan guru dan tenaga kependidikan Timor Leste. Fokusnya adalah mencetak pemimpin sekolah yang mampu membentuk generasi masa depan. Wong menegaskan, komitmen Singapura terhadap integrasi Timor Leste ke ASEAN tetap kuat. Negara yang resmi menjadi anggota ke-11 ASEAN pada 26 Oktober 2025 itu kini bersiap mengambil peran lebih besar, termasuk menjadi ketua ASEAN pada 2029.
Untuk mendukung persiapan tersebut, Singapura memperluas paket Singapore-Timor-Leste ASEAN Readiness Support (STARS). Paket yang pertama kali diluncurkan pada Desember 2022 ini akan mencakup lokakarya khusus tentang tugas kepemimpinan ASEAN bagi pejabat di Dili. Selain itu, pejabat Timor Leste juga akan diizinkan magang di tim kepemimpinan Singapura saat Singapura memegang peran ketua ASEAN pada 2027. โSekarang Timor Leste telah bergabung dengan ASEAN, prioritas berikutnya adalah berkontribusi penuh dan bersiap menjadi ketua pada 2029,โ ujar Wong.
Penghargaan tertinggi Timor Leste, Order of Timor-Leste (Grand Collar), diberikan kepada Wong oleh Presiden Jose Ramos-Horta atas kontribusi Singapura dalam pembangunan nasional dan dukungan terhadap keanggotaan ASEAN. Dalam sambutannya, Wong menyatakan penghargaan itu milik seluruh warga Singapura yang telah bertugas di Timor Leste. โKemitraan ini adalah tentang saling belajar dan saling menghormati. Singapura pun banyak belajar dari Timor Leste,โ katanya.
Bagi Indonesia, penguatan hubungan Singapura-Timor Leste membawa implikasi regional. Sebagai tetangga dekat Timor Leste dan sesama anggota ASEAN, Indonesia perlu mencermati arus investasi dan tenaga kerja yang mungkin mempengaruhi dinamika ekonomi di kawasan timur Nusantara. Apakah kerja sama ini akan mendorong peningkatan perdagangan dan investasi Indonesia dengan kedua negara? Atau justru menimbulkan persaingan dalam merebut pasar tenaga kerja dan investasi? Waktu yang akan menjawab.



