Bank J Trust Rombak Direksi, Rekrut Bankir Senior Allo Bank
Baca dalam 60 detik
- RUPST Bank J Trust Indonesia pada 30 Juni 2026 mengangkat Raja Pardede sebagai direktur baru, menunggu persetujuan OJK.
- Raja Pardede membawa pengalaman lebih dari 15 tahun di kredit perbankan, termasuk 20 tahun di Bank Mega dan terakhir di Allo Bank.
- Perombakan ini menandai upaya BCIC memperkuat bisnis kredit dan pemasaran di tengah persaingan perbankan digital.

PT Bank Jtrust Indonesia Tbk (BCIC) resmi mengubah jajaran direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 30 Juni 2026. Langkah ini diambil untuk memperkuat posisi bank dalam menghadapi persaingan industri perbankan yang semakin ketat.
RUPST menyetujui pengangkatan Raja Pardede sebagai direktur baru. Namun, pengangkatannya masih bersyarat, yakni harus lolos uji kemampuan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Masa jabatan Raja akan berlangsung sejak RUPST ditutup hingga penutupan RUPS tahun 2027, yang dijadwalkan paling lambat Juni tahun tersebut.
Raja Pardede bukan nama baru di dunia perbankan. Ia memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang credit review, analis kredit, corporate banking, dan pemasaran perbankan. Sebelum bergabung dengan BCIC, ia menjabat sebagai Head of Wholesale Credit Business di PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) sejak 2022. Sebelumnya, ia menghabiskan 20 tahun di PT Bank Mega Tbk (MEGA), menduduki berbagai posisi seperti Department Head of Marketing, Pemimpin Cabang Utama, Head of Appraisal, Head of Credit Reviewer/Analyst, dan Wholesale Credit Head.
Perombakan pengurus ini menjadi sinyal bahwa Bank J Trust ingin memperkuat lini bisnis kredit dan pemasaran. Dengan latar belakang Raja yang kuat di wholesale credit, BCIC diperkirakan akan lebih agresif dalam menyalurkan kredit korporasi. Langkah ini juga relevan dengan tren perbankan yang mulai fokus pada digitalisasi dan efisiensi operasional.
Bagi investor dan nasabah BCIC, perubahan ini membawa angin segar. Kehadiran bankir senior seperti Raja diharapkan mampu meningkatkan kualitas portofolio kredit dan memperluas basis nasabah. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam memenuhi regulasi OJK dan menjaga rasio kredit bermasalah tetap rendah.
Ke depan, publik akan menanti bagaimana Raja Pardede mengimplementasikan strateginya di Bank J Trust. Apakah ia akan membawa pendekatan agresif seperti di Allo Bank atau justru lebih konservatif? Yang jelas, perombakan ini menjadi langkah awal BCIC untuk bersaing di era perbankan modern.



