Setelah Kuasai VISI, Raffi-Nagita Lepas Aset Rp75 Miliar untuk Perbaiki Likuiditas
Baca dalam 60 detik
- Pasangan selebriti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, melalui PT Harmoni Semesta Investama, resmi mengendalikan PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) dengan akuisisi 61,85% saham senilai Rp178,75 miliar.
- Tak berselang lama, VISI menjual delapan properti di Bekasi, Surabaya, Gresik, dan Semarang senilai Rp75 miliar untuk melunasi utang bank dan memperkuat arus kas.
- Langkah ini terjadi di tengah proses IPO RANS Entertainment, menimbulkan spekulasi tentang strategi integrasi bisnis Raffi-Nagita di pasar modal.

Kurang dari sepekan setelah mengakuisisi mayoritas saham PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina langsung mengambil langkah korporasi besar: melego delapan aset properti senilai Rp75 miliar. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperbaiki struktur keuangan emiten yang baru mereka kuasai.
Melalui PT Harmoni Semesta Investama (HSI), Raffi dan Nagita mengakuisisi 1,9 miliar lembar saham VISI atau setara 61,85% dari pendiri perusahaan, David Dwiputra. Transaksi dilakukan pada harga Rp94 per saham, dengan total nilai mencapai Rp178,75 miliar. Dalam struktur HSI, Nagita Slavina Mariana Tengker memegang 51% saham dan menjabat direktur, sementara Raffi Farid Ahmad memiliki 49% dan duduk sebagai komisaris.
Tak lama setelah pengalihan kendali, manajemen VISI mengumumkan divestasi delapan bidang tanah dan bangunan kepada PT Inti Megah Putra. Aset yang dilepas tersebar di Bekasi, Surabaya, Gresik, dan Semarang. Berdasarkan penilaian independen, nilai pasar aset tersebut mencapai Rp74,33 miliar, namun harga transaksi disepakati sedikit lebih tinggi, yakni Rp75 miliar. Nilai transaksi ini setara dengan 41,22% dari ekuitas perseroan, sehingga masuk kategori transaksi material yang wajib diumumkan ke publik.
Manajemen VISI menyatakan dana hasil penjualan akan digunakan untuk meningkatkan likuiditas dan melunasi sebagian atau seluruh kewajiban kepada perbankan. Langkah ini diharapkan mampu menekan beban bunga dan memperbaiki struktur keuangan perseroan. Pembeli aset, PT Inti Megah Putra, ditegaskan bukan pihak afiliasi, sehingga transaksi ini tidak mengandung benturan kepentingan.
Aksi korporasi ini berlangsung di tengah proses penawaran umum perdana (IPO) PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) yang tengah memasuki masa penawaran hingga 8 Juli 2026. RANS dijadwalkan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2026. Kehadiran dua emiten yang terafiliasi dengan Raffi-Nagita di bursa memunculkan pertanyaan tentang strategi diversifikasi bisnis mereka, terutama di sektor properti dan hiburan.
Bagi investor Indonesia, langkah ini menjadi sinyal bahwa Raffi-Nagita tidak hanya fokus pada IPO RANS, tetapi juga merapikan portofolio di emiten lain. Divestasi aset VISI dapat diartikan sebagai upaya membersihkan neraca perusahaan agar lebih menarik bagi investor. Namun, transaksi material yang dilakukan segera setelah akuisisi juga menimbulkan tanda tanya: apakah ini bagian dari rencana jangka panjang atau sekadar langkah taktis untuk mengatasi tekanan likuiditas?
Ke depan, publik akan mengamati apakah Raffi-Nagita akan melakukan aksi korporasi lanjutan, seperti rights issue atau merger, untuk memperkuat sinergi antara VISI dan RANS. Yang jelas, pasangan selebriti ini semakin serius bermain di bursa saham, dan setiap langkah mereka akan menjadi perhatian pelaku pasar.



