TRIS Siap Buyback Rp15 Miliar, Target EPS Naik 3,2%
Baca dalam 60 detik
- PT Trisula International Tbk. mengalokasikan dana Rp15 miliar untuk membeli kembali maksimal 94 juta saham atau 3% modal ditempatkan.
- Aksi korporasi ini diperkirakan meningkatkan laba per saham dari Rp5,57 menjadi Rp5,75, tanpa mengganggu pendapatan perusahaan.
- Buyback berlangsung 6 Juliโ5 Oktober 2026 melalui bursa dan luar bursa, ditunjuk PT Phillip Sekuritas sebagai pelaksana.

PT Trisula International Tbk. (TRIS) mengumumkan rencana pembelian kembali saham senilai Rp15 miliar, langkah yang diproyeksikan meningkatkan laba per saham (EPS) hingga 3,2% tanpa menggerus pendapatan perusahaan. Aksi korporasi ini menjadi sinyal optimisme manajemen di tengah fluktuasi pasar modal Indonesia.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan akan membeli maksimal 94 juta saham atau setara 3% dari modal ditempatkan dan disetor. Pelaksanaan buyback dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai 6 Juli hingga 5 Oktober 2026. Manajemen menegaskan bahwa langkah ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 13 Tahun 2023, yang memberikan kelonggaran bagi emiten untuk menjaga stabilitas harga saham di kondisi pasar yang bergejolak.
Keputusan ini diambil di tengah tekanan pasar modal global yang masih diliputi ketidakpastian suku bunga dan perlambatan ekonomi. Bagi investor ritel Indonesia, buyback kerap diartikan sebagai sinyal positif bahwa manajemen menilai harga saham sedang undervalued. TRIS, yang bergerak di sektor tekstil dan garmen, mencatatkan harga saham di kisaran Rp170 per lembarโlevel yang menjadi patokan maksimum pembelian kembali.
Manajemen TRIS memperkirakan aksi korporasi ini tidak akan berdampak negatif terhadap pendapatan maupun kegiatan usaha. Berdasarkan proforma keuangan per 31 Maret 2026, laba tahun berjalan tetap sebesar Rp17,23 miliar baik sebelum maupun sesudah buyback. Namun, jumlah saham beredar berkurang dari 3.093.211.331 menjadi 2.999.211.331 lembar setelah memperhitungkan saham treasuri. Alhasil, EPS naik dari Rp5,57 menjadi Rp5,75โkenaikan yang tipis namun signifikan bagi investor yang mengincar imbal hasil per saham.
Pelaksanaan buyback akan dilakukan melalui dua jalur: transaksi di bursa melalui PT Phillip Sekuritas Indonesia, dan pembelian di luar bursa. Langkah ini memberikan fleksibilitas bagi perseroan untuk menyerap saham secara efisien. Manajemen menambahkan bahwa modal kerja yang dimiliki saat ini dinilai cukup untuk menjalankan operasional tanpa terganggu oleh alokasi dana buyback.
Bagi pelaku pasar, aksi buyback TRIS menjadi katalis jangka pendek yang patut dicermati. Namun, efektivitasnya dalam menopang harga saham bergantung pada sentimen pasar dan fundamental emiten ke depan. Pertanyaan yang mengemuka: akankah langkah serupa diikuti emiten lain di sektor tekstil yang tengah menghadapi tekanan biaya bahan baku dan persaingan impor?



