Dari Catwalk ke Kebun: Kate Moss Rambah Bisnis Florist
Baca dalam 60 detik
- Supermodel Kate Moss dikabarkan akan meluncurkan lini produk floristry, termasuk karangan bunga dan tanaman hias, setelah jatuh cinta pada berkebun di pedesaan Inggris.
- Langkah ini menandai pergeseran karier dari dunia mode ke gaya hidup alami, sejalan dengan ketertarikannya pada meditasi dan perawatan diri sejak pandemi.
- Jika sukses, ekspansi Moss ke floristry bisa menginspirasi tren baru di industri gaya hidup Indonesia, terutama di kalangan penggemar tanaman hias.

Supermodel legendaris Kate Moss, yang selama puluhan tahun identik dengan dunia mode, dikabarkan akan memulai babak baru dalam kariernya: menjadi seorang florist. Menurut laporan The Sun, perempuan berusia 52 tahun itu tengah mempersiapkan lini produk floristry yang mencakup karangan bunga, karangan bunga dinding, semak, hingga bibit tanaman.
Keputusan ini bukanlah sesuatu yang tiba-tiba. Sumber yang dekat dengan Moss mengungkapkan bahwa kecintaannya pada berkebun tumbuh sejak ia pindah ke Cotswolds, kawasan perdesaan di Inggris Barat Daya. โIa jatuh cinta pada berkebun setelah pindah ke Cotswolds, dan ini menjadi dasar usaha barunya,โ kata sumber tersebut kepada kolom Bizarre The Sun. โIa sudah bereksperimen dengan berbagai ide, dan memutuskan bahwa lini produk sendiri adalah jalan yang tepat.โ
Moss memang sudah lama menunjukkan afinitasnya terhadap alam. Pada 2022, ia menjadi editor tamu untuk seri How to Spend It milik Financial Times, di mana ia menulis, โBerkeliaran di rumah saya di pedesaan adalah salah satu hal favorit saya; saat itulah saya paling bahagia. Saya suka merawat tanaman hias, jadi kaleng penyiram yang bagus sangat penting.โ Setahun kemudian, ia membagikan momen meditasinya di padang bunga poppy kepada pengikut Instagram-nya, dengan keterangan bahwa ia mulai menghabiskan banyak waktu di kebun selama pandemi dan menemukan bunga-bunga yang bahkan tidak ia sadari ada di sana.
Perubahan gaya hidup ini tidak membuat Moss kehilangan sisi lamanya. Dalam wawancara sebelumnya, ia menegaskan bahwa meskipun hidupnya kini lebih tenang, ia tetap mempertahankan kepribadiannya yang dulu dikenal hedonis. โYang penting dari mengubah gaya hidup adalah jangan mengubah diri sendiri. Saya dulu seorang hedonis, dan itu masih bagian dari kepribadian saya, tidak hilangโฆ Saya pasti suka bersenang-senang. Baik untuk memiliki banyak sisi, dan kita semua harus mengenali bagian-bagian berbeda dari kepribadian kita,โ ujarnya.
Langkah Moss ini menarik karena menunjukkan bagaimana seorang ikon mode dapat bertransisi ke bisnis yang berakar pada gaya hidup alami. Di Indonesia, tren tanaman hias dan floristry juga tengah naik daun, terutama sejak pandemi. Banyak selebritas lokal yang mulai merambah bisnis serupa, seperti artis yang membuka toko bunga atau kafe bertema tanaman. Jika Moss sukses, bukan tidak mungkin ia akan menjadi inspirasi bagi pelaku industri kreatif di Tanah Air untuk mengeksplorasi peluang serupa.
Pertanyaan besarnya sekarang: apakah lini floristry Moss akan menjadi sekadar proyek sampingan atau justru menjadi pilar baru dalam kerajaan bisnisnya? Dengan pengalaman sebelumnya di Cosmoss yang sempat menuai perhatian, Moss tampaknya serius membangun portofolio di luar mode. Namun, pasar floristry cukup kompetitif dan membutuhkan konsistensi. Akankah Moss mampu membawa pesona catwalk-nya ke dunia kebun? Hanya waktu yang akan membuktikan.



