De Paul: Jangan Hitung Mundur Messi, Nikmati Setiap Momen Sang Legenda
Baca dalam 60 detik
- Rodrigo De Paul meminta publik dan rekan setim untuk fokus menikmati setiap penampilan Lionel Messi di Piala Dunia 2026, bukan merisaukan masa pensiunnya.
- Messi, yang kini berusia 39 tahun, memimpin daftar pencetak gol dengan enam gol di fase grup, termasuk hattrick melawan Aljazair.
- Argentina bersiap menghadapi Cape Verde di babak 32 besar, tim debutan yang mengejutkan banyak pihak dengan lolos dari grup berat.

Gelandang Argentina, Rodrigo De Paul, menyerukan agar para penggemar dan rekan setimnya tidak larut dalam hitung mundur karier Lionel Messi, melainkan menikmati setiap momen sang kapten di lapangan. Pernyataan ini disampaikan menjelang laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Cape Verde, Jumat (3/7) di Miami.
Messi, yang kini berusia 39 tahun dan tengah menjalani Piala Dunia keenamnya, masih menjadi mesin gol utama Argentina dengan enam gol dari tiga pertandingan fase grup. Termasuk hattrick di laga pembuka melawan Aljazair. Meski usianya tak lagi muda, De Paul menepis anggapan bahwa tim harus bersiap menghadapi era tanpa sang pemain bintang.
"Bagi saya, hal terpenting adalah menikmati Leo Messi setiap hari, sama seperti setiap warga Argentina," ujar De Paul, yang dijuluki "bodyguard Messi" oleh fans karena kerap melindungi kaptennya di lapangan. "Tentu, kita selalu lebih menghargai sesuatu ketika sudah tiada. Itu bagian dari hidup. Tapi saat ini, kami semua menikmati kehadirannya."
De Paul, yang bergabung dengan Inter Miami bersama Messi tahun lalu, menyebut persahabatannya dengan sang megabintang sebagai salah satu hal paling berharga dalam hidupnya. "Menjadi sahabat Lionel Messi sangat berarti. Persahabatan adalah salah satu hal terpenting yang kita miliki. Saya merasa sangat beruntung bisa berbagi momen dengannya, di dalam dan luar lapangan."
Argentina awalnya memperkirakan akan berhadapan dengan juara Eropa Spanyol atau Uruguay di fase gugur, bukan Cape Verde. Tim debutan dari Afrika itu mengejutkan banyak pihak dengan finis kedua di Grup H. "Saat undian, kami sadar mungkin harus menghadapi mantan juara dunia atau tim dengan pemain-pemain top," kata De Paul. Meski demikian, ia memperingatkan agar tidak meremehkan lawan. "Mereka bermain sangat baik di fase grup. Kami harus bertanggung jawab penuh besok."
Pelatih Lionel Scaloni pun sependapat. Menurutnya, pengalaman bermain di laga knockout memang penting, tetapi emosi tetap menjadi faktor yang tak terduga. "Kami sudah pernah memainkan laga-laga seperti ini sebelumnya, tapi setiap pertandingan berbeda. Perasaan dan emosi selalu kuat. Dengan pengalaman, kami tahu cara mengelolanya, tapi pada akhirnya emosi harus dihormati," ujar De Paul.
Bagi publik Indonesia, perjalanan Messi dan Argentina di Piala Dunia 2026 menjadi tontonan yang tak boleh dilewatkan. Messi, yang pernah membawa Argentina juara di Qatar 2022, kini berusaha mengulang sukses di usia yang tak lagi muda. Pertanyaannya, akankah Cape Verde menjadi batu sandungan atau justru panggung bagi Messi untuk menambah koleksi golnya?



