India dan Jepang Perkuat Poros Pertahanan-Ekonomi di Indo-Pasifik
Baca dalam 60 detik
- India dan Jepang menyepakati kerja sama baru di bidang pertahanan, ekonomi, dan maritim, termasuk pengembangan antena radio angkatan laut.
- Tokyo berkomitmen menggandakan investasi di India menjadi lebih dari US$61 miliar dalam satu dekade, memperkuat rantai pasok semikonduktor dan AI.
- Langkah ini mempertegas poros Quad di Indo-Pasifik, berimplikasi pada keseimbangan kekuatan regional yang juga memengaruhi kepentingan Indonesia.

India dan Jepang mengambil langkah strategis untuk memperdalam kerja sama di bidang pertahanan, ekonomi, dan keamanan maritim melalui serangkaian kesepakatan yang diumumkan setelah pertemuan Perdana Menteri Narendra Modi dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di New Delhi.
Dalam pernyataan bersama, Modi menegaskan bahwa kedua negara akan berkolaborasi dalam pengembangan sistem antena radio untuk kapal perang serta mengadopsi peta jalan bersama untuk keamanan ekonomi. Kerja sama juga mencakup kecerdasan buatan, pembuatan kapal, biogas, semikonduktor, dan teknologi kritis lainnya. “India dan Jepang memandang keamanan ekonomi sebagai kepentingan keamanan bersama,” ujar Modi.
Kesepakatan ini merupakan bagian dari KTT Tahunan India-Jepang ke-16 yang berlangsung selama tiga hari di New Delhi. Jepang selama ini menjadi salah satu investor terbesar di India dengan sekitar 1.400 perusahaan Jepang beroperasi di negara tersebut, hampir setengahnya bergerak di sektor manufaktur. Data pemerintah India mencatat total perdagangan bilateral mencapai US$27,5 miliar pada tahun fiskal 2025-2026, sementara investasi Jepang pada April-Desember 2025 mencapai US$3,2 miliar.
Langkah ini memperkuat poros Quad—aliansi yang juga beranggotakan Amerika Serikat dan Australia—yang fokus pada kerja sama keamanan regional, isu maritim, dan pertahanan. Takaichi menekankan bahwa perluasan kerja sama keamanan maritim sangat penting bagi perdamaian dan stabilitas kawasan. “Ekspansi kerja sama keamanan maritim sangat penting bagi perdamaian dan stabilitas regional,” katanya.
Bagi Indonesia, penguatan hubungan India-Jepang di Indo-Pasifik memiliki implikasi langsung. Sebagai negara yang juga menjadi poros maritim, Indonesia berkepentingan terhadap stabilitas jalur pelayaran dan keseimbangan kekuatan di kawasan. Kerja sama teknologi dan investasi yang digagas kedua negara dapat membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik investasi serupa, terutama di sektor semikonduktor dan AI yang tengah menjadi prioritas nasional. Namun, rivalitas geopolitik yang semakin tajam antara blok Quad dan Tiongkok juga menuntut Indonesia untuk cermat dalam menjaga kebijakan bebas aktifnya.
Ke depan, implementasi peta jalan keamanan ekonomi dan proyek-proyek bersama seperti kereta cepat Mumbai-Ahmedabad yang didanai Jepang akan menjadi barometer keberhasilan kemitraan ini. Pertanyaannya, akankah Indonesia mampu memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat posisinya di tengah dinamika Indo-Pasifik yang kian kompetitif?



