Piala Dunia Berakhir Pahit bagi Austria: Alaba Bangga, Arnautovic Pensiun
Baca dalam 60 detik
- Austria tersingkir dari Piala Dunia setelah kalah 0-3 dari Spanyol di babak 32 besar, mengakhiri perjalanan pertama mereka sejak 1998.
- Kapten David Alaba mengakui kekecewaan mendalam namun mendorong tim untuk bangga atas pencapaian sejarah.
- Marko Arnautovic, pencetak gol terbanyak Austria, mengumumkan pensiun dari tim nasional, menandai akhir sebuah era.

Kepastian Austria tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah takluk 0-3 dari Spanyol di babak 32 besar menyisakan duka yang mendalam, namun juga kebanggaan. Kapten tim, David Alaba, menegaskan bahwa meskipun kekalahan itu pahit, perjalanan timnya sejak putaran pertama layak diapresiasi.
Bagi Austria, turnamen ini menjadi yang pertama dalam 28 tahun terakhir. Mereka berhasil melaju ke fase gugur, sebuah pencapaian yang tidak pernah terjadi sejak era 1998. Namun, kekalahan telak dari salah satu favorit juara membuat ambisi besar mereka pupus. Alaba mengakui, โAda kekosongan dan duka di hati kami. Kami sangat kecewa. Tapi kami harus bangga pada diri sendiri, seperti yang kami lakukan selama beberapa pekan terakhir.โ
Marko Arnautovic, pemain dengan caps terbanyak Austria, menambahkan bahwa para pemain tidak boleh terlalu larut dalam kesedihan. โAngkat kepala โ kami telah menulis sejarah lagi,โ ujarnya. Ia menekankan bahwa setiap pemain telah memberikan yang terbaik dan patut berbangga. Sementara itu, kiper Alexander Schlager, yang tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan krusial, mengakui bahwa pertandingan knockout selalu penuh ketidakpastian. โSelama skor masih 1-0, segalanya bisa berubah. Tapi setelah 2-0, semakin sulit. Kami terus berusaha hingga akhir,โ katanya.
Kekalahan ini juga menandai akhir dari era emas Austria. Arnautovic, yang telah mencetak 49 gol dalam 137 penampilan, mengonfirmasi pensiun dari tim nasional. โSaya sangat sedih, sangat emosional. Banyak air mata. Tapi saya juga bahagia dan beruntung mendapat kehormatan bermain untuk negara ini selama bertahun-tahun,โ ungkapnya. Keputusan ini sudah diumumkan beberapa bulan lalu, dan kini resmi berlaku.
Bagi Indonesia, perjalanan Austria ini bisa menjadi cermin bagi tim nasional yang tengah berjuang menembus Piala Dunia. Konsistensi dan kebanggaan meski kalah adalah pelajaran berharga. Selain itu, pensiunnya Arnautovic mengingatkan pada pentingnya regenerasi pemain di setiap tim.
Ke depan, Austria akan fokus pada UEFA Nations League yang dimulai September mendatang. Target jangka panjang mereka adalah menjadikan partisipasi Piala Dunia sebagai hal yang biasa, bukan pengecualian. Dengan kepergian Arnautovic, tantangan regenerasi menjadi ujian nyata bagi pelatih dan manajemen tim.



