Mikel Oyarzabal: Pahlawan Tak Dikenal Spanyol yang Bersinar di Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Mikel Oyarzabal mencetak dua gol saat Spanyol mengalahkan Austria 3-0, mengamankan tempat di babak 16 besar Piala Dunia.
- Penyerang Real Sociedad itu kini telah mengoleksi empat gol di turnamen, menjadi mesin gol utama Spanyol di tengah sorotan terhadap Lamine Yamal.
- Dengan rekor tak terkalahkan 34 pertandingan, Spanyol dianggap sebagai kandidat kuat juara, dan Oyarzabal menjadi kunci sukses mereka.

Di balik gemerlap nama Lamine Yamal yang mendominasi jersey penggemar Spanyol di Piala Dunia ini, ada seorang pemain yang justru menjadi pembeda di lapangan: Mikel Oyarzabal. Penyerang berusia 29 tahun itu mencetak dua gol kala juara Eropa bertahan menaklukkan Austria 3-0 pada laga babak 32 besar, Kamis lalu, sekaligus mengantarkan Spanyol meraih kemenangan perdana di fase gugur Piala Dunia dalam 16 tahun terakhir.
Oyarzabal, yang sepanjang karier internasionalnya jarang menjadi sorotan, kini menjelma menjadi ujung tombak paling mematikan. Dua golnya ke gawang Austria memperpanjang catatan impresif: 17 gol dalam 16 pertandingan terakhir sebagai starter, termasuk empat gol di Piala Dunia ini. Angka itu menjadikannya pencetak gol terbanyak Eropa setelah Erling Haaland (22 gol) sejak awal tahun lalu.
Menurut analis sepak bola Spanyol Guillem Balague, Oyarzabal adalah "manusia tak terlihat" yang selalu tampil di momen krusial. "Dia mencetak gol di setiap final yang pernah dia mainkan. Dia salah satu pemain paling cerdas yang kami miliki dan bisa menjadi penentu kemenangan," ujar Balague kepada BBC Radio 5 Live. Mantan bek Spanyol Cesar Azpilicueta menambahkan, peran Oyarzabal sebagai penyerang tengah kini menjadi solusi atas keraguan publik terhadap lini depan Spanyol.
Menariknya, kebangkitan Oyarzabal tak lepas dari peran Lamine Yamal. Remaja 18 tahun Barcelona itu menjadi pusat perhatian lawan, menarik bek-bek Austria keluar dari posisi, sehingga memberi ruang bagi Oyarzabal untuk bergerak bebas. "Saat Anda memiliki pemain seperti Yamal yang menarik begitu banyak perhatian, Anda tahu akan mendapat lebih banyak ruang. Oyarzabal memanfaatkannya dengan baik," ujar mantan gelandang Jerman Thomas Hitzlsperger.
Oyarzabal juga merupakan sosok langka di sepak bola modern: ia hanya bermain untuk satu klub sepanjang kariernya, Real Sociedad. Musim lalu ia mencatatkan 15 gol di liga, musim terbaiknya. Ketajamannya, menurut pengakuannya, berasal dari masa kecil saat bermain hoki. "Saya biasa mencetak banyak gol. Selalu ada suara di kepala saya, 'Tidak masalah jika kamu gagal satu, akan ada lagi'," kenangnya.
Spanyol sendiri memulai turnamen dengan lambat, hanya bermain imbang tanpa gol melawan debutan Cape Verde. Namun sejak itu mereka terus meningkat, kini telah mencetak delapan gol tanpa kebobolan dalam empat pertandingan. Laga selanjutnya melawan Portugal atau Kroasia akan menjadi ujian sesungguhnya. Mantan striker Inggris Dion Dublin menilai Spanyol masih memiliki banyak potensi yang belum dikeluarkan. "Mereka bermain nyaman di gigi tiga atau empat melawan Austria. Saat melawan Prancis atau Portugal, mereka akan meningkatkan permainan lagi. Itu menakutkan bagi tim lain," katanya.
Dengan performa Oyarzabal yang terus bersinar dan dukungan taktik yang solid, Spanyol layak diperhitungkan sebagai kandidat juara. Pertanyaannya, akankah pahlawan tak dikenal ini mampu membawa La Roja meraih gelar Piala Dunia kedua setelah 2010?



