Ashley Tisdale Ubah Pengalaman Pahit 'Mom Group' Jadi Komedi Netflix
Baca dalam 60 detik
- Ashley Tisdale mengembangkan serial komedi 'Toxic Moms' di Netflix, terinspirasi dari esainya yang viral tentang kelompok ibu-ibu beracun.
- Proyek ini melibatkan Ali Wong dan Sabrina Jalees sebagai produser eksekutif, dengan Jalees sebagai penulis naskah.
- Langkah ini menandai pergeseran narasi dari pengalaman pribadi yang menyakitkan menjadi tontonan yang menghibur dan relevan.

Ashley Tisdale, aktris yang dikenal lewat perannya di High School Musical, mengonfirmasi bahwa serial komedi berjudul Toxic Moms tengah dalam pengembangan di Netflix. Proyek ini lahir dari pengalaman pribadinya yang sempat diungkap dalam esai berjudul Breaking Up with My Toxic Mom Group yang viral pada Januari lalu.
Menurut laporan Deadline, serial 30 menit ini akan mengisahkan seorang ibu yang bergabung dengan kelompok ibu-ibu kaya raya. Namun, ketika sisi gelap mereka mulai terkuak, cerita akan menguji sejauh mana tokoh utama rela berkorban demi mendapatkan rasa kebersamaan. Naskah ditulis oleh komedian Sabrina Jalees, sementara Ali Wong—yang baru saja sukses lewat serial Beef—akan duduk sebagai produser eksekutif dan berpotensi menjadi sutradara jika proyek ini berlanjut ke tahap seri.
Tisdale, yang memiliki dua putri bersama suaminya, komposer Christopher French, mengaku bahwa ide ini berawal dari pengalamannya sendiri. Dalam esai untuk The Cut, ia menulis tentang perasaan dikucilkan dari grup pertemanan sesama ibu. Ia menyebut adanya grup chat yang tidak melibatkan semua anggota, serta undangan hangout yang sengaja tidak diberikan kepadanya. “Saya yakin telah menemukan ‘desa’ saya, tetapi seiring waktu saya mulai meragukan itu,” tulisnya.
Esai Tisdale memicu spekulasi liar di media sosial. Banyak warganet menduga bahwa ia merujuk pada aktris Hilary Duff serta penyanyi Mandy Moore dan Meghan Trainor. Namun, perwakilan Tisdale dengan tegas membantah, menyebut tuduhan itu “tidak berdasar” dan “sangat disayangkan”. Dalam esainya, Tisdale juga mengecam para “detektif online” yang berusaha mengidentifikasi para ibu tersebut. “Apa pun yang Anda pikir benar, itu tidak mendekati kenyataan,” tegasnya.
Fenomena ‘mom group’ yang toksik bukanlah hal asing di Indonesia. Di berbagai kota besar, kelompok ibu-ibu kerap menjadi ajang persaingan terselubung, mulai dari prestasi anak hingga gaya hidup. Psikolog klinis dari Universitas Indonesia, Dr. Rini Hildayani, menilai bahwa tekanan sosial dan standar kesempurnaan menjadi pemicu utama. “Banyak ibu merasa perlu menunjukkan citra sempurna, sehingga kelompok yang seharusnya menjadi suportif malah berubah menjadi kompetitif,” ujarnya. Serial Toxic Moms diharapkan bisa membuka diskusi yang lebih sehat tentang dinamika ini.
Dalam unggahan Instagram pada Kamis (2/7), Tisdale membagikan tangkapan layar artikel Deadline dengan keterangan: “Sepertinya kita semua bisa sedikit toksik.” Pernyataan ini seolah menegaskan bahwa ia tidak ingin proyeknya dipandang sebagai serangan pribadi, melainkan sebagai cermin sosial yang jenaka. Pertanyaannya, akankah Netflix berani menayangkan komedi yang mengupas sisi gelap pertemanan ibu-ibu ini di tengah budaya yang masih tabu membahas konflik antar sesama orang tua?



