Harry Styles Tutup Rekor 12 Malam di Wembley dengan Ucapan Terima Kasih untuk One Direction
Baca dalam 60 detik
- Harry Styles memecahkan rekor penampilan terbanyak di Wembley Stadium dengan 12 konser berturut-turut, melampaui Coldplay dan Taylor Swift.
- Dalam malam terakhir, ia menyampaikan penghormatan emosional kepada mantan rekan satu bandnya, termasuk mendiang Liam Payne.
- Konser ini menjadi bagian dari tur dunia 'Together, Together' yang mendukung album terbarunya, Kiss All the Time. Disco, Occasionally.

Harry Styles menutup rangkaian 12 konser di Wembley Stadium, London, dengan penghormatan mendalam kepada mantan rekan satu bandnya di One Direction. Dalam pidato yang menyentuh di hadapan 80.000 penonton, pelantun "As It Was" itu mengakui bahwa karier solonya tidak akan terwujud tanpa dukungan Niall Horan, Louis Tomlinson, Zayn Malik, dan mendiang Liam Payne.
Pencapaian ini mencatatkan sejarah baru: Styles menjadi artis pertama yang menggelar 12 pertunjukan dalam satu rangkaian di Wembley, memecahkan rekor Coldplay yang sebelumnya 10 malam, serta melampaui residensi delapan malam Taylor Swift pada 2024. Awalnya hanya dijadwalkan enam konser, lonjakan permintaan membuat promotor menambah enam tanggal tambahan, menjadikannya residensi tunggal terlama di stadion legendaris tersebut.
Momen paling emosional terjadi saat Styles menyapa penonton di konser pamungkas, Sabtu (4/7/2026). "Saya tidak akan berada di panggung ini tanpa empat sahabat saya yang menjadi bagian besar dari perjalanan ini," ujarnya. Ia secara khusus menyebut Liam Payne sebagai "teman tersayang" yang meninggal dunia di Buenos Aires pada 2024 dalam usia 31 tahun. Ini merupakan salah satu pengakuan publik paling langsung Styles atas kepergian rekannya sejak tragedi itu terjadi.
Styles juga merefleksikan awal perjalanannya bersama One Direction, yang dibentuk di panggung The X Factor pada 2010. "16 tahun lalu, di luar gedung ini, saya dimasukkan ke dalam band yang mengubah hidup saya," kenangnya. "Setiap kali saya kembali ke Wembley, itu sangat berarti." Pengakuan ini menggarisbawahi ikatan emosional yang masih kuat antara Styles dengan masa lalunya, meski ia telah meraih kesuksesan solo gemilang dengan album seperti Fine Line dan Harry's House yang memenangkan Grammy.
Residensi Wembley ini juga bertepatan dengan pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce di New York, yang memicu spekulasi apakah Styles akan hadir mengingat hubungan masa lalunya dengan Swift. Namun, ia memilih tetap di London untuk menyelesaikan konser terakhirnya, ditemani tunangannya, Zoe Kravitz. Keputusan ini menunjukkan prioritas Styles pada komitmen profesionalnya di tengah sorotan publik.
Bagi penggemar di Indonesia, pencapaian Styles menjadi inspirasi bahwa kerja keras dan loyalitas pada akar dapat membawa seseorang ke puncak karier. Meski tidak ada tanggal konser di Asia Tenggara dalam tur ini, popularitas Styles yang besar di Indonesia—terbukti dari penjualan album dan streaming yang tinggi—membuka peluang bagi promotor lokal untuk mendatangkannya di masa depan. Pertanyaannya, akankah Indonesia menjadi salah satu destinasi dalam perjalanan tur global berikutnya?



