Katy Perry Sindir Russell Brand di Konser: 'Semoga Mantanku Ada di Penjara'
Baca dalam 60 detik
- Katy Perry melontarkan sindiran pedas kepada mantan suaminya, Russell Brand, saat konser di Blenheim Palace, dengan mengatakan ia berharap sang mantan sedang dipenjara.
- Sindiran itu muncul saat Perry mengajak penonton berpose 'melihat mantan', sementara Brand tengah menanti persidangan atas tuduhan pemerkosaan dan pelecehan seksual.
- Konser tersebut juga menampilkan visual panggung bertema kantor, termasuk panggilan masuk dari mantan kekasih, serta penghormatan kepada kekasih barunya, Justin Trudeau.

Katy Perry melontarkan sindiran tajam kepada mantan suaminya, Russell Brand, saat konser di Blenheim Palace, Oxfordshire, Rabu (1/7/2026) malam. Dalam sebuah sesi interaktif dengan penonton, penyanyi berusia 41 tahun itu secara terang-terangan menyebut Brand seharusnya berada di penjara.
Sindiran tersebut muncul saat Perry mengajak penonton untuk memeragakan ekspresi 'melihat mantan kekasih'. Setelah kamera menyorot beberapa penonton, Perry berkelakar, "Saya harap mantan saya tidak ada di sini. Dia seharusnya ada di penjara." Ucapan itu disambut sorak penonton yang memadati istana bersejarah tersebut.
Russell Brand, komedian asal Inggris yang menikahi Perry pada Oktober 2010 dan bercerai 14 bulan kemudian, saat ini tengah menanti persidangan di Southwark Crown Court. Ia menghadapi tujuh dakwaan, termasuk tiga tuduhan pemerkosaan, satu tuduhan penyerangan tidak senonoh, dan tiga tuduhan penyerangan seksual. Sidang dijadwalkan mulai 12 Oktober dengan estimasi durasi dua bulan.
Konser yang digelar di istana megah seluas 1.900 hektar itu mengusung tema kantor. Panggung dihiasi meja raksasa, tumpukan buku, dan botol air minum berukuran jumbo. Perry bahkan naik ke dalam botol tersebut untuk 'berselancar' di atas kerumunan penonton saat matahari terbenam. Penampilannya didukung oleh penari berkostum binaragawan dan astronot, serta band yang salah satu personelnya mengenakan kostum pensil dan tanaman pot.
Momen lain yang mencuri perhatian adalah visualisasi panggung saat Perry membawakan lagu Never Really Over (2020). Sebuah iPhone raksasa menampilkan deretan panggilan masuk dari mantan kekasih dan kekasih lamanya, termasuk Diplo, John Mayer, Russell Brand, Orlando Bloom, dan kekasihnya saat ini, Justin Trudeauโyang diwakili oleh simbol hati dan bendera Kanada. Perry juga mengenakan kancing manset bergambar bendera Kanada sebagai penghormatan kepada Trudeau, yang bertepatan dengan Hari Kanada.
Bagi publik Indonesia, sindiran Perry terhadap Brand mungkin terasa jauh, namun kasus ini mengingatkan pada pentingnya akuntabilitas figur publik dalam kasus kekerasan seksual. Di Indonesia, gerakan #MeToo dan kasus-kasus serupa terus mendorong perubahan regulasi dan kesadaran masyarakat. Perry, yang dikenal vokal dalam isu feminisme, memanfaatkan panggungnya untuk menyuarakan pesan tanpa kata-kata.
Konser yang juga dihadiri putri Perry, Daisy (5), serta Princess Beatrice dan personel Blur, Alex James, itu mendapat sambutan hangat. Perry menutup malam dengan candaan tentang venue bersejarah: "Sudah lama sekali saya tidak bermain di halaman belakang seseorang, apalagi halaman Winston Churchill."
Dengan persidangan Brand yang akan segera bergulir, sindiran Perry di atas panggung seolah menjadi pengingat bahwa masa lalu tidak pernah benar-benar terkubur. Pertanyaan besarnya: apakah publik akan terus mengingat Brand sebagai komedian atau sebagai terdakwa?



