Jason Kelce Minta Suporter AS Tingkatkan Kualitas Chant di Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Mantan bintang NFL Jason Kelce menilai chant suporter sepak bola AS terlalu lemah dan perlu lebih agresif ala Inggris atau Brasil.
- Menurut Kelce, chant 'I Believe That We Will Win' justru menunjukkan keraguan, bukan keyakinan, dan tidak sebanding dengan atmosfer stadion Eropa.
- Ia juga mendorong budaya trash-talk khas NFL diadaptasi ke tribun sepak bola AS untuk meningkatkan gairah pertandingan Piala Dunia.

Mantan gelandang Philadelphia Eagles, Jason Kelce, secara blak-blakan mengkritik budaya chanting suporter sepak bola Amerika Serikat yang dinilainya kurang greget. Dalam sebuah wawancara di podcast Unfiltered Soccer bersama legenda Timnas AS, Landon Donovan dan Tim Howard, Kelce mendesak agar para penggemar sepak bola di negaranya mulai menciptakan nyanyian yang lebih imajinatif dan agresif, terutama menjelang laga krusial Piala Dunia melawan Bosnia dan Herzegovina.
Menurut Kelce, chant populer seperti "I Believe That We Will Win" terdengar seperti upaya meyakinkan diri sendiri, bukan ekspresi keyakinan mutlak. Ia membandingkannya dengan suporter Brasil yang secara alami percaya diri tanpa perlu meneriakkan kalimat persuasif. "Chant itu seperti mencoba meyakinkan diri sendiri bahwa Anda bisa menang. Brasil tidak perlu meyakinkan diri mereka sendiri. Mereka selalu berpikir mereka bisa menang," ujar Kelce.
Pemain yang identik dengan julukan "Keluarga Kelce" ini justru memuji kekhasan suporter klub-klub Inggris yang kerap melontarkan nyanyian penuh energi, agresi, dan tekanan psikologis ke tim lawan. Ia menilai suporter AS perlu belajar dari tradisi pub culture di Inggris, di mana sekelompok suporter larut malam meracik lirik-lirik pedas untuk menjatuhkan mental lawan. "Kami butuh mabuk-mabukan di pub bersama sekelompok pria yang mencoba mencari cara untuk bicara kotor ke tim lawan," tambahnya.
Menariknya, Kelce justru melihat bahwa sepak bola Amerika (NFL) bisa belajar dari sepak bola dunia dalam hal nyanyian suporter. Ia mengaku kurang puas dengan chant khas Eagles, "Fly Eagles Fly, on the Road to Victory", yang dinilainya terlalu "sopan" dan tidak mencerminkan agresivitas yang dibutuhkan dalam olahraga kontak seperti American football. "Kami butuh sikap yang lebih 'pukul mulutmu'. Ini tidak cocok dengan American football," tegasnya.
Di sisi lain, Kelce tetap mengapresiasi antusiasme publik AS terhadap Piala Dunia kali ini. Meskipun timnas AS baru saja kalah dari Turki dengan banyak pemain cadangan, ia menilai energi positif masih tinggi. "Saya pikir seluruh negeri saat ini sedang bergairah. Energi untuk Amerika Serikat sangat tinggi," ujarnya. Pernyataan ini muncul di tengah persiapannya menghadiri pernikahan adiknya, Travis Kelce, dengan penyanyi Taylor Swift dalam waktu dekat.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kritik Kelce bisa menjadi cermin. Budaya chanting di stadion Tanah Air, seperti yel-yel khas suporter klub atau timnas, sejatinya memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Namun, seringkali nyanyian yang muncul masih bersifat monoton atau bahkan bernada provokasi negatif. Jika suporter Indonesia ingin setara dengan atmosfer stadion Eropa atau Amerika Latin, inovasi dalam menciptakan chant yang kreatif, agresif namun tetap sportif menjadi kunci. Pertanyaannya, mampukah suporter Garuda meniru semangat Brasil tanpa kehilangan identitas lokal?



