Bintang Baru Maroko: Brahim Diaz Jadi Kunci Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Maroko mengalahkan Kanada 3-0 di babak 16 besar Piala Dunia 2026, dengan Brahim Diaz menyumbang dua assist.
- Diaz menjadi pembeda yang hilang di skuad 2022, mengubah Maroko dari tim bertahan menjadi ancaman serangan balik mematikan.
- Dengan empat assist dalam lima pertandingan, Diaz membawa Maroko melampaui capaian semifinal 2022 dan berpotensi mencetak sejarah baru.

Brahim Diaz, gelandang serang Real Madrid yang membela Maroko, tampil gemilang dengan dua assist saat timnya menundukkan Kanada 3-0 di Stadion Houston, memastikan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026. Penampilan ini menegaskan bahwa Maroko bukan lagi sekadar tim kejutan, melainkan kekuatan yang patut diperhitungkan di panggung sepak bola global.
Kemenangan atas Kanada bukanlah kebetulan. Maroko, yang pada edisi 2022 menjadi tim Afrika pertama yang mencapai semifinal, kini menunjukkan konsistensi dengan kembali lolos ke delapan besar. Namun, yang membedakan skuad kali ini adalah kehadiran Diaz, pemain nomor 10 yang baru bergabung pada Maret 2024. Jika sebelumnya Maroko mengandalkan pertahanan rapat dan semangat juang, kini mereka memiliki kreator serangan yang mampu membongkar pertahanan lawan.
Pada babak pertama, Kanada tampil agresif dengan pressing ketat, membuat Maroko kesulitan mengembangkan permainan. Namun, mentalitas baja yang menjadi ciri khas tim asuhan Walid Regragui kembali teruji. Diaz menjadi motor kebangkitan dengan dua umpan terukur yang dikonversi menjadi gol oleh Azzedine Ounahi dan Soufiane Rahimi. "Babak pertama tidak mudah, tapi sikap tim untuk berbalik situasi adalah pertanda baik untuk langkah selanjutnya," ujar Diaz kepada FIFA.
Dampak Diaz tidak hanya terlihat dari angka. Dalam pertandingan melawan Kanada, ia menjadi poros serangan balik yang mematikan. Gol pertama tercipta dari umpan terobosan presisi ke Ounahi, sementara gol kedua lahir dari umpan silang datar yang diselesaikan Rahimi. Rekan setimnya pun memberikan penghormatan khusus dengan memberikan sorotan kepada Diaz saat selebrasi. "Mereka sangat menghormati saya, dan saya senang bisa berkontribusi," kata Diaz.
Bagi Indonesia, pencapaian Maroko menjadi cermin bagaimana sebuah tim bisa bertransformasi dengan menambahkan satu elemen kunci. Di kancah Asia Tenggara, Timnas Indonesia juga tengah berupaya meningkatkan kualitas lini tengah dan serangan. Keberhasilan Maroko menunjukkan bahwa investasi pada pemain diaspora atau naturalisasi yang tepat dapat mengubah daya saing tim secara drastis. Apalagi, dengan format Piala Dunia 2026 yang diperluas, peluang Indonesia untuk lolos ke putaran final semakin terbuka jika mampu meniru strategi pengembangan bakat seperti yang dilakukan Maroko.
Meski demikian, Diaz enggan terbawa euforia. Ia mengingatkan bahwa pencapaian di Qatar 2022 adalah hasil kerja keras tim sebelumnya. "Mereka melakukan pekerjaan luar biasa. Kami sekarang fokus pada perempat final dan akan memberikan segalanya," tutupnya. Dengan performa apik Diaz, Maroko kini dihadapkan pada pertanyaan besar: mampukah mereka melampaui catatan semifinal dan menjadi tim Afrika pertama yang lolos ke final Piala Dunia?



