FIFA Batal Ubah Jadwal Inggris vs Meksiko: Badai Petir dan Kemarahan Federasi
Baca dalam 60 detik
- FIFA sempat ingin memajukan kick-off Inggris vs Meksiko enam jam lebih awal karena ancaman badai petir di Mexico City, namun batal setelah protes keras dari kedua federasi.
- Keputusan final mempertahankan jadwal asli (01:00 BST Senin) dipicu kekhawatiran terhadap ribuan suporter Inggris yang sudah mengatur perjalanan dan logistik pertandingan lain.
- Insiden ini memicu pertanyaan tentang kesiapan FIFA dalam mengantisipasi cuaca ekstrem, yang kerap mengganggu jadwal di turnamen sebelumnya.

FIFA pada Jumat malam memicu kekacauan selama lima setengah jam setelah secara mendadak mengumumkan rencana memajukan pertandingan babak 16 besar Piala Dunia antara Inggris dan Meksiko, hanya untuk kemudian membatalkannya di bawah tekanan dari kedua asosiasi sepak bola. Keputusan yang sempat membuat para penggemar, pemain, dan ofisial berada dalam ketidakpastian itu akhirnya batal, dan laga di Stadion Azteca tetap berlangsung sesuai jadwal semula, Minggu pukul 18.00 waktu setempat (01.00 BST Senin).
Kebijakan mengejutkan ini berawal dari laporan jurnalis Meksiko bahwa FIFA mempertimbangkan memajukan kick-off enam jam lebih awal—dari sore menjadi siang hari—karena prakiraan badai petir hebat di sekitar Azteca pada waktu pertandingan asli. Badan sepak bola dunia itu khawatir sambaran petir dan banjir dapat mengganggu jalannya laga, apalagi setelah pertandingan sebelumnya antara Meksiko dan Ekuador sempat terhenti akibat cuaca buruk. Namun, langkah ini langsung menuai kemarahan dari Federasi Sepak Bola Inggris (FA) dan Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF), yang baru diberi tahu kurang dari 48 jam sebelum kick-off.
FA, yang tidak mengetahui rencana tersebut hingga pukul 20.00 BST, meminta waktu untuk mempelajari dampaknya. Sementara itu, pelatih Meksiko Javier Aguirre menyebut perubahan mendadak itu sebagai "tamparan keras". Kedua federasi mengkhawatirkan ribuan suporter yang sudah mengatur perjalanan, logistik penyelenggaraan, dan persiapan tim. Di sisi lain, pemain Inggris seperti Morgan Rogers dan Marcus Rashford, yang tengah menjalani sesi latihan di Kansas, tetap tenang dan menyatakan siap menghadapi perubahan apa pun.
Setelah berjam-jam negosiasi, FIFA akhirnya mundur. Salah satu faktor kunci adalah nasib 3.000 suporter Inggris yang sudah memiliki tiket melalui England Supporters' Travel Club. Banyak dari mereka dijadwalkan terbang ke Mexico City pada Minggu pagi melalui Atlanta, dengan pendaratan pukul 09.55 dan 11.55 waktu setempat. Jika pertandingan dimajukan ke siang hari, para suporter itu akan melewatkan laga. Selain itu, memajukan pertandingan Inggris-Meksiko akan memaksa FIFA menggeser jadwal Brasil-Norwegia yang dijadwalkan pukul 21.00 BST untuk menghindari bentrok.
Keputusan final ini juga mempertimbangkan aspek cuaca. Menurut pemandu cuaca BBC Ben Rich, meskipun risiko badai petir lebih kecil pada siang hari, suhu yang lebih tinggi (23°C vs 18°C) dapat memperberat kondisi pemain yang sudah berjuang melawan efek ketinggian. Dr. Barney Wainwright, peneliti senior di Leeds Beckett University, menjelaskan bahwa ketinggian mengurangi oksigen dalam darah, memengaruhi produksi energi otak dan otot. Namun, ia menambahkan bahwa perbedaan suhu 5°C mungkin tidak signifikan, dan justru penghentian pertandingan akibat badai petir bisa memberi keuntungan bagi Inggris untuk beristirahat dari efek altitude.
Bagi penggemar di Inggris, pertandingan tetap akan berlangsung pada Senin dini hari pukul 01.00 BST, memaksa mereka begadang atau menyetel alarm. Sementara itu, pertanyaan besar yang tersisa adalah mengapa FIFA tidak mengantisipasi skenario cuaca ekstrem ini jauh-jauh hari, mengingat turnamen sebelumnya—seperti Piala Dunia Antarklub 2023 di AS—mengalami enam kali penundaan akibat cuaca dalam 63 pertandingan. Insiden ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi prakiraan cuaca semakin maju, koordinasi antara FIFA, federasi, dan penyelenggara masih perlu ditingkatkan agar keputusan mendadak seperti ini tidak terulang di masa depan.



