Musim Hujan Jepang, Ribuan Kucing Terjebak di Kap Mesin: Imbauan JAF untuk Pengecekan Sebelum Berkendara
Baca dalam 60 detik
- JAF mencatat 402 kasus kucing terjebak di kap mesin pada Juni 2025, dipicu musim hujan yang mendorong anak kucing mencari tempat hangat.
- Anak kucing yang lahir di musim semi kerap menyelinap melalui celah 10 cm di bawah mobil, berisiko terluka atau mati jika mesin dinyalakan.
- JAF mengimbau pengemudi mengetuk kap mesin dan memeriksa secara rutin, terutama jika kucing sering terlihat di sekitar parkir.

Musim hujan di Jepang membawa risiko tak terduga bagi pengendara: anak kucing yang bersembunyi di dalam ruang mesin. Japan Automobile Federation (JAF) mencatat 402 kasus penyelamatan kucing dari kap mobil pada Juni 2025 saja, dengan frekuensi rata-rata satu kejadian setiap dua hari di Prefektur Nagasaki. Fenomena tahunan ini mendorong JAF mengampanyekan "cat check"โmengetuk kap mesin sebelum menyalakan kendaraanโguna mencegah kecelakaan fatal bagi hewan maupun kerusakan komponen mobil.
Anak kucing yang lahir pada musim semi biasanya berusia 2โ3 bulan saat musim hujan tiba. Mereka mencari tempat hangat dan kering, dan celah selebar sekitar 10 cm di bawah kendaraan sering menjadi akses masuk ke ruang mesin. Ukuran celah itu cukup untuk anak kucing, namun tidak untuk kucing dewasa. Begitu masuk, mereka bisa terjebak di antara sabuk alternator atau komponen bergerak lainnya. JAF melaporkan sejumlah kasus di mana mesin dinyalakan saat kucing masih di dalam, mengakibatkan hewan tersebut terluka parah atau mati.
Koji Hamasaki, petugas JAF Cabang Nagasaki, mencontohkan satu insiden pada awal Juni. Seorang wanita berusia 40-an melaporkan suara mengeong dari mobilnya setelah tiba di tempat kerja. Hamasaki mengetuk kap dan mendengar respons lemah. Setelah membuka kap, ia melihat ekor anak kucing menyembul dari celah 5 cm di dekat lampu depan. Dengan menirukan suara kucing, ia berhasil membuat hewan itu keluar sendiri. Anak kucing sepanjang 20 cm itu diduga naik dari rumah pemilik dan "menumpang" hingga ke kantor.
JAF mengimbau pengemudi untuk melakukan pengecekan sederhana: sebelum menyalakan mesin, ketuk kap secara perlahan dan dengarkan apakah ada suara mengeong. Perhatian ekstra diperlukan jika kucing sering terlihat di sekitar tempat parkir atau jika kendaraan sudah lama tidak digunakan. Jika ditemukan bulu kucing di bagian mesin, semprotan pengusir kucing bisa menjadi solusi pencegahan. "Kami ingin orang-orang rutin membuka kap dan memeriksa bagian dalam," ujar perwakilan JAF.
Fenomena ini mengingatkan pada kebiasaan kucing liar di Indonesia yang kerap berteduh di kolong atau ruang mesin mobil, terutama saat musim hujan. Meski belum ada data resmi dari kepolisian atau organisasi otomotif di Indonesia, pengemudi di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya kerap melaporkan kejadian serupa. Perbedaan utama terletak pada iklim: musim hujan di Indonesia berlangsung lebih panjang dan tidak terikat musim kawin tertentu, sehingga risiko bisa terjadi sepanjang tahun. Organisasi seperti JAF atau mitra lokal dapat mengadopsi kampanye serupa untuk meningkatkan kesadaran pengemudi.
Ke depan, JAF berharap kampanye "cat check" dapat menekan angka kecelakaan. Namun, efektivitas jangka panjang bergantung pada kebiasaan pengemudi dan kesadaran akan keberadaan hewan di sekitar kendaraan. Akankah imbauan ini cukup, atau diperlukan regulasi yang mewajibkan pengecekan sebelum berkendara di musim hujan?



