Tottenham Siap Lepas Solanke, Folarin Balogun Jadi Target Utama
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan akan mendepak Dominic Solanke setelah musim 2025/26 yang buruk, dengan Folarin Balogun dari Monaco sebagai kandidat pengganti.
- Balogun, yang tampil gemilang di Piala Dunia 2026, dinilai lebih cocok dengan gaya bermain progresif Roberto De Zerbi dibandingkan Solanke yang lebih fisik.
- Nilai transfer Balogun diperkirakan mencapai £43 juta, sejalan dengan belanja besar Spurs yang sudah mencapai £85 juta untuk Mateus Fernandes.

Tottenham Hotspur tengah bersiap melakukan perombakan besar di lini depan setelah musim 2025/26 yang mengecewakan. Manajer anyar Roberto De Zerbi dikabarkan telah mengidentifikasi Folarin Balogun, penyerang timnas Amerika Serikat yang bersinar di Piala Dunia 2026, sebagai target prioritas untuk menggantikan Dominic Solanke yang performanya terus menurun.
Keputusan ini muncul setelah Solanke, yang dibeli seharga £65 juta dari Bournemouth pada 2024, hanya mampu mencetak enam gol di Premier League musim lalu akibat cedera dan inkonsistensi. Meski musim debutnya cukup menjanjikan dengan 16 gol, catatan Solanke dianggap tidak sepadan dengan investasi besar klub. Di sisi lain, Balogun menunjukkan peningkatan signifikan dengan 19 gol di semua kompetisi bersama Monaco musim lalu, ditambah penampilan impresif di Piala Dunia 2026 termasuk dua gol ke gawang Paraguay.
Menurut laporan dari media Prancis, Tottenham siap bersaing dengan PSG dan Chelsea untuk mendapatkan tanda tangan pemain berusia 24 tahun tersebut. Monaco dikabarkan mematok harga sekitar £43 juta, angka yang realistis bagi Spurs yang telah memecahkan rekor transfer klub dengan mendatangkan Mateus Fernandes senilai £85 juta. Selain Fernandes, Tottenham juga telah merekrut Jan Paul van Hecke (£52 juta), Andy Robertson, dan Marcos Senesi untuk memperkuat pertahanan yang menjadi titik lemah musim lalu.
Perbandingan statistik menunjukkan perbedaan gaya yang kontras. Solanke unggul dalam duel udara dan fisik, dengan rata-rata kemenangan duel yang lebih tinggi. Namun, Balogun lebih unggul dalam aksi progresif—0,97 lebih banyak per laga—dan lebih mahal membawa bola, sesuai dengan filosofi De Zerbi yang mengedepankan penguasaan bola dan permainan cepat. Dengan kehadiran pengumpan seperti James Maddison, Mohammed Kudus, dan Fernandes, Balogun diprediksi akan lebih efektif dalam skema serangan Spurs.
Keputusan Tottenham untuk melepas Solanke juga dipengaruhi oleh kebutuhan untuk mengurangi beban gaji dan mendapatkan dana segar. Solanke, yang masih memiliki kontrak hingga 2028, kemungkinan akan dijual dengan harga di bawah £40 juta mengingat performanya yang menurun. Klub-klub seperti West Ham dan Aston Villa dikabarkan tertarik, namun belum ada tawaran resmi.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah Tottenham ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan bagaimana klub besar Eropa beradaptasi dengan kegagalan. Jika Balogun bergabung, ia akan menjadi pemain Amerika Serikat kedua yang memperkuat Spurs setelah DeAndre Yedlin, dan bisa menjadi inspirasi bagi pesepak bola Asia Tenggara yang bercita-cita di Premier League.
Dengan sisa waktu bursa transfer yang masih panjang, pertanyaan besarnya adalah: akankah Tottenham mampu mengamankan tanda tangan Balogun di tengah persaingan ketat, atau justru akan mencari alternatif lain? Satu hal yang pasti, era baru di Tottenham di bawah De Zerbi telah dimulai dengan gebrakan finansial yang berani.



