Harry Kane Selamatkan Inggris dari Kejutan DR Congo di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Dua gol Harry Kane di babak kedua membalikkan ketertinggalan Inggris atas DR Congo menjadi kemenangan 2-1 di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
- DR Congo unggul lebih dulu melalui gol Brian Cipenga pada menit ketujuh, namun Inggris mendominasi penguasaan bola dan akhirnya memecah kebuntuan berkat assist Anthony Gordon.
- Kemenangan ini mengantarkan Inggris ke babak 16 besar dan menunjukkan ketangguhan mental tim asuhan Thomas Tuchel di turnamen besar.

Dua gol Harry Kane pada 15 menit terakhir babak kedua menyelamatkan Inggris dari kekalahan memalukan saat menghadapi DR Congo di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Rabu (30/6) waktu setempat. Bermain di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, tim asuhan Thomas Tuchel sempat tertinggal sejak menit ketujuh sebelum kapten Bayern Munich itu memastikan kemenangan 2-1 yang membawa The Three Lions melaju ke babak 16 besar.
DR Congo, yang lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, tampil mengejutkan dengan gol cepat Brian Cipenga memanfaatkan umpan Chancel Mbemba. Gol tersebut merupakan yang pertama bagi Cipenga di pentas internasional dan membuat pendukung DR Congo bergemuruh. Inggris, yang sebelumnya memuncaki Grup L dengan kemenangan atas Kroasia dan Panama, tampil tertekan di babak pertama. Peluang emas melalui Jude Bellingham dan Marcus Rashford gagal berbuah gol berkat penampilan gemilang kiper Lionel Mpasi.
Memasuki babak kedua, Inggris meningkatkan tekanan. Thomas Tuchel melakukan perubahan taktis dengan memasukkan Bukayo Saka dan Anthony Gordon pada menit ke-60, menggantikan Noni Madueke dan Rashford. Keputusan itu terbukti tepat. Gordon menjadi kreator dua gol kemenangan Inggris. Pada menit ke-75, umpan silangnya disundul Kane untuk menyamakan kedudukan. Sebelas menit kemudian, Gordon kembali memenangkan bola dan memberikan assist bagi Kane yang melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang.
Kemenangan ini tidak hanya mengamankan tempat Inggris di babak 16 besar, tetapi juga menunjukkan kedalaman skuad yang dimiliki Tuchel. Dengan pemain seperti Gordon dan Saka yang mampu memberikan dampak instan, Inggris menjadi salah satu kandidat kuat juara. Di sisi lain, DR Congo patut bangga dengan performa mereka. Meski kalah, mereka membuktikan mampu bersaing dengan tim unggulan dan hampir mencuri kemenangan berkat organisasi pertahanan yang rapi serta serangan balik cepat.
Bagi Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik karena memperlihatkan bagaimana tim non-unggulan seperti DR Congo bisa memberikan perlawanan sengit. Pelajaran berharga bagi pengembangan sepak bola nasional adalah pentingnya mentalitas pantang menyerah dan strategi yang tepat saat menghadapi tim besar. Inggris sendiri akan menunggu lawan di babak 16 besar, yang akan ditentukan setelah seluruh pertandingan babak 32 besar selesai. Pertanyaan besarnya: mampukah Kane dan kawan-kawan mempertahankan performa ini hingga partai puncak?



