Kontroversi Penalti Kane: Wasit Tolak Permohonan, VAR Tak Berdaya
Baca dalam 60 detik
- Wasit Adham Makhadmeh menolak penalti untuk Inggris setelah Harry Kane dijatuhkan kiper DR Congo, Lionel Mpasi, pada menit akhir babak pertama.
- VAR memeriksa insiden tetapi mempertahankan keputusan wasit, memicu perdebatan di kalangan pakar dan mantan pemain.
- Kane kemudian mencetak dua gol di babak kedua, namun kontroversi ini menyoroti ambiguitas aturan handball dan diving di Piala Dunia.

Keputusan wasit Adham Makhadmeh yang tidak memberikan penalti untuk Inggris setelah Harry Kane dijatuhkan kiper DR Congo, Lionel Mpasi, pada menit akhir babak pertama laga 32 besar Piala Dunia, memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat dan mantan pemain. Insiden yang terjadi saat kedudukan masih 0-1 untuk DR Congo itu menjadi sorotan utama, terutama karena VAR tidak membatalkan keputusan wasit.
Kane yang lolos dari jebakan offside dan melewati Mpasi, terjatuh setelah kontak dengan kiper lawan. Wasit asal Yordania itu menganggap Kane melakukan diving, namun tidak memberikan kartu kuning. Setelah pengecekan VAR, keputusan tetap dipertahankan, dan Inggris tertinggal hingga turun minum. Namun, Kane kemudian bangkit dan mencetak dua gol di babak kedua untuk membawa Inggris menang.
Kontroversi ini menyoroti perbedaan interpretasi antara wasit dan VAR. Menurut mantan asisten wasit Premier League, Darren Cann, ada empat orang yang menonton kejadian tersebut, dua menganggap itu penalti, dua tidak. "Dari tayangan langsung, itu terlihat penalti, sentuhan kecil di pergelangan kaki Kane dari kiper dan dia akan mengharapkan penalti. Dari sudut pandang wasit, Kane menyatukan kedua kakinya, tersandung, dan tidak terlihat seperti penalti. Di situlah perbedaannya," ujar Cann.
Pendapat para pakar pun terbelah. Mantan striker Inggris Wayne Rooney menilai Kane menjatuhkan diri sendiri dan melompat ke arah kiper. Namun, mantan kiper Inggris Joe Hart dan mantan bek Manchester City Micah Richards yakin itu penalti. "Jika itu terjadi pada saya, saya akan mengharapkan penalti diberikan," kata Hart. Sementara mantan kapten Lionesses Steph Houghton mengaku terkejut VAR tidak membatalkan keputusan wasit.
Bagi Indonesia, kontroversi ini menjadi pengingat akan pentingnya kejelasan aturan dalam sepak bola, terutama dengan hadirnya VAR. Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) yang tengah mengembangkan penggunaan VAR di Liga 1 dapat mengambil pelajaran dari insiden ini. Konsistensi keputusan wasit dan batas kewenangan VAR menjadi krusial untuk menjaga kepercayaan publik terhadap integritas pertandingan.
Mantan kiper Inggris Paul Robinson menegaskan, "Jika Inggris kalah, pertanyaan ini akan terus diajukan karena itu penalti yang jelas. Kane memang memulai kontak, tetapi kontaknya nyata. Dia sangat cerdik dan berpengalaman, dia masuk ke kiper." Pernyataan ini mencerminkan dilema antara inisiatif penyerang dan tanggung jawab kiper dalam situasi satu lawan satu.
Ke depannya, FIFA mungkin perlu meninjau kembali pedoman VAR terkait insiden kontak di kotak penalti. Apakah sentuhan sekecil apa pun sudah cukup untuk menjatuhkan penalti, atau penyerang harus dianggap sengaja mencari kontak? Pertanyaan ini akan terus menjadi perdebatan, terutama di turnamen sebesar Piala Dunia.



