Rangers Incar Kapten Bologna: Transfer Pemecah Rekor atau Mimpi Mahal?
Baca dalam 60 detik
- Rangers dikabarkan siap mengajukan tawaran untuk Lewis Ferguson, kapten Bologna yang juga bintang Skotlandia di Piala Dunia 2026.
- Nilai transfer mencapai £17 juta, yang akan memecahkan rekor klub sebesar £12 juta untuk Tore Andre Flo pada tahun 2000.
- Kedatangan Ferguson diharapkan mengisi kekosongan kepemimpinan di Ibrox setelah kepergian James Tavernier dan Jack Butland.

Gelora suporter Rangers meledak begitu nama Lewis Ferguson disebut oleh Ross McCrorie dalam wawancara pertamanya sejak kembali ke Ibrox. Bukan tanpa alasan: Ferguson, kapten Bologna yang juga menjadi motor permainan Skotlandia di Piala Dunia 2026, disebut-sebut menjadi target utama Rangers di bursa transfer musim panas ini. Namun, banderol £17 juta yang disematkan Bologna membuat potensi kepulangan pemain berusia 26 tahun itu menjadi ujian ambisi finansial klub asal Glasgow tersebut.
Ferguson bukanlah nama asing di Ibrox. Ia mengawali karier di akademi Rangers sebelum pindah ke Aberdeen pada 2018. Di sana, ia berkembang pesat di bawah asuhan Derek McInnes—pelatih yang kini kembali menukangi Rangers. Setelah empat musim bersama The Dons dengan catatan rata-rata sembilan gol per musim, Ferguson hijrah ke Italia pada 2022 dan langsung merebut hati publik Bologna. Ia dinobatkan sebagai gelandang terbaik Serie A musim 2023-24 dan mengangkat trofi Coppa Italia—gelar pertama klub dalam lima dekade—pada tahun yang sama.
Penampilan impresifnya di Piala Dunia 2026 kian mengukuhkan status Ferguson sebagai aset berharga. Ia menjadi pemain Skotlandia yang paling banyak menit bermain (tiga laga penuh), memimpin dalam akurasi umpan per 90 menit, serta berada di peringkat kedua dalam tekel, kontribusi bertahan, dan penguasaan bola di sepertiga akhir lapangan. Kapten Skotlandia, Andy Robertson, bahkan menyebut Ferguson sebagai pemain kunci sepanjang kualifikasi Piala Dunia.
Bagi Rangers, mendatangkan Ferguson bukan sekadar soal kualitas teknis. Ia adalah simbol kepemimpinan yang sangat dibutuhkan setelah kepergian kapten lama James Tavernier dan kiper utama Jack Butland. Ditambah lagi, darah Ferguson sudah mengalir di Ibrox: pamannya, Barry Ferguson, adalah legenda klub yang pernah menjadi kapten dan pelatih interim, sementara ayahnya, Derek, bermain untuk Rangers pada 1983–1990. Kombinasi ikatan emosional dan kebutuhan taktis membuat Ferguson menjadi incaran yang sempurna.
Namun, tantangan finansial menjadi batu sandungan. Membayar £17 juta berarti Rangers harus memecahkan rekor transfer mereka yang bertahan selama 24 tahun. Meskipun kepemilikan klub menunjukkan kesediaan untuk mengeluarkan dana besar musim lalu—meski hasilnya dipertanyakan—kali ini mereka harus lebih hati-hati. Ferguson dianggap sebagai opsi yang lebih minim risiko berkat pengalamannya di Premiership Skotlandia dan perkembangan pesatnya di Italia. Kepergian Nicolas Raskin, yang juga tampil di Piala Dunia, bisa menjadi sumber dana tambahan jika dijual dengan harga signifikan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik untuk dicermati sebagai studi kasus bagaimana klub dengan sejarah besar namun terbatas secara finansial berusaha bersaing di level domestik dan Eropa. Rangers, yang musim lalu finis di peringkat ketiga Liga Skotlandia tanpa gelar, membutuhkan sosok seperti Ferguson untuk mengembalikan kejayaan. Namun, apakah mereka berani mengambil risiko finansial demi satu pemain? Atau akankah mereka kembali ke strategi pembelian pemain murah dan pengembangan akademi? Jawabannya mungkin akan diketahui setelah Ferguson kembali dari liburan pasca-Piala Dunia pekan depan.



