Oliver Glasner Gantikan Vitor Pereira di Nottingham Forest: Langkah Berani Marinakis
Baca dalam 60 detik
- Fabrizio Romano mengonfirmasi Oliver Glasner akan menjadi manajer anyar Nottingham Forest setelah Vitor Pereira didepak.
- Pereira dianggap sukses menyelamatkan Forest dari degradasi dan membawa tim ke semifinal Liga Europa, namun pemilik klub memutuskan berpisah.
- Glasner, yang tanpa kompensasi karena berstatus bebas, diharapkan membawa disiplin taktikal dan pengalaman juara Liga Europa ke City Ground.

Keputusan mengejutkan diambil oleh pemilik Nottingham Forest, Evangelos Marinakis, pada Selasa malam waktu setempat: memecat Vitor Pereira hanya beberapa pekan setelah pelatih asal Portugal itu membawa tim ke semifinal Liga Europa. Langkah ini langsung diikuti dengan kesepakatan bersama Oliver Glasner, mantan arsitek Crystal Palace yang sukses mempersembahkan tiga trofi di Selhurst Park.
Menurut jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano, Pereira telah diberitahu soal pemecatannya pada Rabu pagi. Keputusan ini mengakhiri masa kepelatihan yang sempat mengembalikan optimisme di kalangan suporter Forest. Pereira, yang datang saat tim terpuruk di zona degradasi, berhasil membangkitkan performa dengan rentetan 10 laga tak terkalahkan di semua kompetisi, termasuk lolos ke babak semifinal Liga Europa. Namun, Marinakis dinilai memiliki visi berbeda untuk masa depan klub.
Glasner, yang kini berstatus manajer bebas transfer, langsung menjadi kandidat utama. Romano mengonfirmasi dengan tagar khasnya, "Here we go!" menandakan kesepakatan telah tercapai. Pelatih asal Austria itu akan membawa staf kepercayaannya dan terlibat dalam keputusan transfer. Tanpa biaya kompensasi, pengangkatan Glasner dianggap lebih efisien secara finansial dibandingkan mempertahankan Pereira yang mungkin membutuhkan pembayaran pesangon besar.
Keputusan ini memicu spekulasi tentang dampaknya terhadap hubungan kedua klub. Musim lalu, Palace dan Forest terlibat sengketa soal jatah Eropa, di mana Palace secara kontroversial ditempatkan di Conference League sementara Forest mengambil tempat Liga Europa. Kedatangan Glasner bisa membuka kembali luka lama, terutama karena ia dianggap sebagai ikon di Palace. Namun, bagi Forest, ini adalah pernyataan ambisi: merekrut pelatih dengan reputasi Eropa yang solid.
Glasner dikenal dengan pendekatan taktikal yang disiplin, transisi cepat, dan pressing cerdas. Ia membangun LASK dari tim kecil menjadi peserta Eropa, sebelum membawa Frankfurt juara Liga Europa pada 2022. Di Palace, ia mengubah tim menjadi lawan yang sulit dikalahkan di Premier League. Gaya ini diyakini cocok dengan skuad Forest yang memiliki pemain cepat seperti Brennan Johnson dan Morgan Gibbs-White.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergantian ini menarik karena menunjukkan betapa dinamisnya manajemen klub Premier League. Keputusan memecat pelatih yang sukses demi menggaet nama besar seperti Glasner mencerminkan tekanan untuk terus berprestasi. Di Indonesia, klub-klub Liga 1 juga kerap berganti pelatih meski hasil relatif baik, namun jarang dengan narasi sekuat ini. Kasus Forest bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya visi jangka panjang versus hasil instan.
Langkah Marinakis memang berani. Namun, dengan jadwal padat musim depanโtermasuk kemungkinan tampil di Liga Europa lagiโGlasner harus segera beradaptasi. Pertanyaan besarnya: mampukah ia mempertahankan momentum yang dibangun Pereira, atau justru mengulang masa-masa sulit seperti awal musim lalu?



