Oliver Glasner Gantikan Vitor Pereira di Nottingham Forest: Kisruh Kursi Pelatih Berlanjut
Baca dalam 60 detik
- Nottingham Forest memecat Vitor Pereira setelah hanya lima bulan menjabat, dan segera menunjuk Oliver Glasner sebagai pengganti.
- Glasner, yang membawa Crystal Palace juara Liga Konferensi Europa, akan menjadi manajer kelima Forest dalam waktu kurang dari setahun.
- Keputusan ini menambah daftar panjang ketidakstabilan di kursi pelatih Forest, yang telah memecat Nuno Espirito Santo, Ange Postecoglou, dan Sean Dyche musim lalu.

Nottingham Forest kembali mengganti pelatih kepala. Vitor Pereira, yang baru menjabat sejak Februari, dipecat pada Selasa malam dan klub sudah menyiapkan Oliver Glasner sebagai suksesor. Keputusan ini mengejutkan Pereira yang masih memiliki sisa kontrak setahun dan baru saja menghadiri rapat perencanaan transfer di London.
Menurut sumber BBC Sport, kesepakatan dengan Glasner hampir rampung, tinggal menunggu formalitas. Pelatih asal Austria itu meninggalkan Crystal Palace pada akhir musim lalu setelah membawa tim asal London selatan itu meraih gelar Liga Konferensi Europa—menyusul kemenangan Piala FA pada 2025. Glasner akan menjadi manajer kelima Forest dalam kurun waktu kurang dari 12 bulan, menandai periode paling kacau dalam sejarah klub.
Pereira, yang sebelumnya menukangi Wolves, diangkat pada Februari untuk menggantikan Sean Dyche. Ia berhasil membawa Forest finis di peringkat ke-16 Premier League dan melaju ke semifinal Liga Europa—pertama kalinya sejak 1984—sebelum dikalahkan Aston Villa yang akhirnya menjadi juara. Namun, pencapaian itu tidak cukup untuk menyelamatkan posisinya. Kontrak perpanjangan yang sempat ditunda bulan lalu menjadi indikasi awal bahwa hubungan kedua pihak mulai renggang.
Keputusan ini memicu pertanyaan tentang arah jangka panjang Forest di bawah pemilik Evangelos Marinakis. Sejak promosi ke Premier League pada 2022, klub terus berganti pelatih tanpa pernah memberi waktu bagi proyek jangka panjang. Pereira sendiri telah menyusun rencana pramusim di Portugal dengan jadwal uji coba melawan Blackburn, Vitoria Guimaraes, Sporting Lisbon, Leverkusen, Barcelona, dan Udinese—semua kini terancam batal.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kisruh ini menjadi pengingat bahwa stabilitas manajerial adalah kunci sukses di liga kompetitif seperti Premier League. Klub-klub seperti Brighton atau Brentford yang konsisten dengan pelatihnya justru menuai hasil lebih baik. Forest, sebaliknya, terjebak dalam siklus pergantian yang tidak produktif. Apakah Glasner mampu memutus lingkaran setan ini? Atau ia hanya akan menjadi korban berikutnya dalam drama kursi panas City Ground?



