Danny Glover, Bintang Lethal Weapon, Berjuang Melawan Alzheimer: Sebuah Pengakuan Jujur
Baca dalam 60 detik
- Aktor legendaris Danny Glover mengungkapkan diagnosis Alzheimer yang diterimanya pada 2022, tak lama setelah menerima penghargaan Oscar kehormatan.
- Glover dan keluarganya memilih berbicara terbuka untuk melawan stigma dan menunjukkan bahwa penyakit ini tidak memudarkan identitas seseorang.
- Pengakuan ini menyoroti jutaan penderita Alzheimer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, di mana kesadaran dan dukungan masih perlu ditingkatkan.

Danny Glover, aktor ikonik yang namanya melekat melalui peran sebagai Detektif Roger Murtaugh dalam seri film Lethal Weapon, mengumumkan bahwa ia didiagnosis mengidap penyakit Alzheimer pada tahun 2022. Pengakuan ini disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan The Today Show, menandai pertama kalinya sang aktor berbicara secara terbuka tentang kondisi kesehatannya.
Glover, yang kini berusia 79 tahun, menerima diagnosis tersebut tidak lama setelah dianugerahi Honorary Academy Award pada 2022. Dalam wawancaranya, ia mengaku masih berusaha menerima kenyataan ini, namun tetap bertekad menghadapi masa depan dengan jujur. "Saya bisa hidup dengan ini dalam arti tertentu. Saya yakin seiring perkembangannya, banyak hal akan berubah," ujarnya.
Keputusan Glover untuk membuka diri tentang Alzheimer tidak datang sendiri. Putrinya, Mandisa, yang turut hadir dalam segmen pra-rekaman The Today Show, menjelaskan bahwa keluarga merasa ini adalah waktu yang tepat. "Waktunya sekarang. Kapan lagi dia bisa berbicara untuk dirinya sendiri?" kata Mandisa. Ia menambahkan bahwa keterbukaan penting bagi mereka berdua, terutama untuk menghindari kebohongan ketika orang lain bertanya tentang kondisi ayahnya.
Glover juga merenungkan momen penting setelah diagnosis, ketika ia menyadari bahwa dirinya tidak sendirian. "Ada jutaan orang yang menderita penyakit ini," kenangnya. Kesadaran ini memperkuat tekadnya untuk berbagi cerita, sekaligus memberikan harapan bagi sesama penderita.
Dalam pernyataannya kepada majalah People, Glover mengakui bahwa menerima diagnosis ini tidak mudah. "Ada saat-saat yang terus kau ingat, yang memvalidasi bahwa kau masih bisa mengingat. Dan ada momen yang tak akan pernah kulupakan," tuturnya. Ia juga mengakui bahwa ada bagian dari diagnosis yang masih sulit ia terima sepenuhnya.
Karier Glover yang membentang lebih dari empat dekade telah menjadikannya salah satu aktor paling dihormati di Hollywood. Selain Lethal Weapon, ia dikenal lewat film-film seperti The Color Purple, To Sleep with Anger, Dreamgirls, dan Sorry to Bother You. Pengakuan publiknya tentang Alzheimer tidak hanya mengguncang industri hiburan, tetapi juga membuka diskusi tentang penyakit neurodegeneratif yang kerap dianggap tabu.
Bagi Indonesia, berita ini relevan mengingat meningkatnya jumlah lansia dan prevalensi demensia. Menurut data Alzheimer Indonesia, kesadaran masyarakat terhadap gejala awal Alzheimer masih minim, sehingga banyak kasus terlambat terdeteksi. Langkah Glover untuk berbicara terbuka dapat menjadi inspirasi bagi keluarga penderita di Tanah Air untuk lebih proaktif mencari informasi dan dukungan.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: akankah keterbukaan Glover mendorong lebih banyak figur publik untuk berbagi perjuangan mereka melawan Alzheimer? Atau justru stigma akan tetap menghalangi langkah serupa? Yang jelas, dengan jutaan penderita di seluruh dunia, setiap cerita yang dibagikan adalah langkah kecil menuju pemahaman dan penerimaan yang lebih besar.



