Roma Lepas Alessandro Romano ke Cagliari: Pinjaman dengan Kewajiban Tebus Rp90 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Roma resmi meminjamkan gelandang muda Alessandro Romano ke Cagliari dengan opsi pembelian menjadi kewajiban jika syarat tertentu terpenuhi.
- Nilai transfer mencapai โฌ6,5 juta (sekitar Rp113 miliar) termasuk bonus, dengan kontrak Romano di Cagliari hingga 2032.
- Kepindahan ini menunjukkan strategi klub Serie A dalam mengembangkan pemain muda melalui skema pinjaman dengan kewajiban beli.

AS Roma secara resmi melepas gelandang muda Alessandro Romano ke Cagliari dengan skema pinjaman yang diikuti kewajiban pembelian sebesar โฌ5 juta (sekitar Rp87 miliar) ditambah bonus โฌ1,5 juta (Rp26 miliar) jika kondisi tertentu terpenuhi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Roma dalam mengelola talenta muda yang belum menembus tim utama.
Romano, yang baru berusia 20 tahun pada awal Maret 2026, sebelumnya menjalani masa peminjaman di Spezia (Serie B) selama enam bulan terakhir. Ia merupakan produk akademi Winterthur asal Swiss dan bergabung dengan Roma pada musim panas 2022. Selama di ibu kota Italia, ia bermain di semua level usia Roma mulai dari U-17 hingga tampil dua kali sebagai pemain pengganti di Serie A pada Januari 2026.
Gelandang berkaki kiri ini dikenal fleksibel karena bisa bermain di berbagai posisi di lini tengah. Kontrak barunya bersama Cagliari berlaku hingga Juni 2032, menunjukkan komitmen jangka panjang klub Sardinia terhadap potensinya. Meski memiliki paspor Italia, Romano memilih membela tim nasional Swiss di level internasional.
Skema pinjaman dengan kewajiban beli seperti ini lazim di sepak bola Italia untuk mengurangi risiko finansial klub pembeli. Bagi Cagliari, langkah ini memberikan kesempatan menguji Romano sebelum komitmen penuh, sementara Roma mengamankan nilai transfer di masa depan. Romano diharapkan bisa bersaing di lini tengah Cagliari yang musim ini berjuang di papan tengah Serie A.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, transfer ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub Eropa mengelola pemain muda berusia 20 tahun dengan nilai transfer puluhan miliar rupiah. Skema serupa bisa menjadi referensi bagi klub Liga Indonesia yang ingin mengembangkan pemain muda dengan risiko lebih terkendali. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Romano mampu memenuhi ekspektasi dan membuat Cagliari mengaktifkan kewajiban pembeliannya.



