Liberali Tolak Milan, Pilih Como: Kisah Gagal Balik Si Anak Emas
Baca dalam 60 detik
- Gelandang 19 tahun Mattia Liberali memilih bergabung dengan Como senilai โฌ6 juta, menolak rayuan AC Milan yang ingin membelinya kembali dari Catanzaro.
- Keputusan ini mengejutkan karena Milan hanya perlu membayar โฌ3 juta berkat klausul 50% penjualan, namun Como lebih meyakinkan pemain dengan proyek Liga Champions.
- Kasus ini menunjukkan pergeseran kekuatan di Serie A: klub seperti Como kini mampu bersaing dengan raksasa tradisional dalam merekrut talenta muda.

Gelandang muda Mattia Liberali secara mengejutkan menolak tawaran balik ke AC Milan dan memilih bergabung dengan Como yang baru promosi ke Serie A. Keputusan ini mengakhiri drama transfer yang melibatkan panggilan pribadi dari pemilik Milan, Gerry Cardinale, namun tetap tak mampu menggoyahkan tekad sang pemain.
Liberali, produk asli akademi Milan yang kini berusia 19 tahun, sebelumnya dijual ke Catanzaro setahun lalu dengan harga murah. Dalam kesepakatan itu, Milan menyisakan klausul 50% dari penjualan di masa depan. Ketika Catanzaro memasang klausul rilis โฌ6 juta, Milan sebenarnya bisa membelinya kembali hanya dengan โฌ3 jutaโsetengah dari nilai tersebut. Namun Como bergerak lebih cepat dan meyakinkan Liberali bahwa langkah ini tepat untuk kariernya, terutama setelah Como lolos ke Liga Champions musim depan.
Menurut laporan Sky Sport Italia, Fabrizio Romano, dan Gazzetta dello Sport, Milan berusaha keras hingga menit terakhir untuk membujuk Liberali. Bahkan Cardinale menelepon langsung pemain tersebut. Namun upaya itu gagal. Sumber MilanNews menyebut bahwa kehadiran Zlatan Ibrahimovic dalam struktur pengambilan keputusan Milan menjadi salah satu masalah utama bagi Liberali sejak tahun laluโdan situasi itu tidak berubah.
Keputusan Liberali menjadi sinyal bahwa Como, yang baru kembali ke kasta tertinggi setelah 21 tahun, kini mampu bersaing dengan klub besar dalam merekrut talenta. Bagi Milan, ini adalah pukulan telak karena mereka kehilangan pemain yang sebenarnya bisa didapatkan dengan harga murah. Liberali dijadwalkan menyelesaikan transfer ke Como dalam 48 jam ke depan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kasus ini mengingatkan pada fenomena pemain muda yang memilih proyek jangka panjang ketimbang kembali ke klub lama. Como menawarkan jalur karier yang lebih jelas, sementara Milan dianggap belum memberikan jaminan menit bermain. Pertanyaan besarnya: akankah Liberali menjadi bintang di Como, atau justru menyesali keputusannya saat Milan terus bersaing di papan atas?



