Krisis Cedera Lazio Makin Parah: Dua Pemain Jalani Operasi, Empat dalam Setahun
Baca dalam 60 detik
- Kiper muda Alessio Furlanetto menjalani operasi ACL dan diperkirakan absen 4-5 bulan, memperparah kondisi lini belakang Lazio.
- Gelandang Gustav Isaksen dikabarkan akan menyusul operasi akibat peradangan pangkal paha yang tak kunjung sembuh.
- Lazio sudah kehilangan empat pemain karena cedera serupa dalam setahun terakhir, menimbulkan kekhawatiran akan manajemen kebugaran klub.

Lazio harus kembali menghadapi krisis cedera yang mengancam kedalaman skuad mereka. Klub asal Ibu Kota Italia itu mengonfirmasi bahwa kiper muda Alessio Furlanetto menjalani operasi rekonstruksi ligamen anterior (ACL) pada lutut kanannya, sementara gelandang serang Gustav Isaksen dikabarkan akan menyusul meja operasi dalam waktu dekat.
Furlanetto, yang sebelumnya mengalami cedera pada April lalu, baru menjalani tindakan bedah di Roma pada hari ini. Hasil pemeriksaan menunjukkan ligamen anterior lutut kanannya robek total dan memerlukan rekonstruksi, namun meniskus dinyatakan tidak perlu penanganan tambahan. Pemain berusia 20 tahun itu diperkirakan akan absen selama empat hingga lima bulan ke depan.
Kondisi ini menambah panjang daftar pemain Lazio yang harus menepi akibat cedera. Sebelumnya, kiper utama Ivan Provedel masih dalam masa pemulihan cedera bahu serius yang ia derita pada Maret lalu dan diperkirakan baru bisa kembali pada akhir Agustus. Dengan absennya dua kiper sekaligus, Lazio kini hanya memiliki Christos Mandas sebagai satu-satunya penjaga gawang senior yang fit.
Sementara itu, kabar buruk juga datang dari lini tengah. Menurut laporan LaLazioSiamoNoi, pemain timnas Denmark Gustav Isaksen kemungkinan besar akan menjalani operasi untuk mengatasi peradangan pangkal paha yang sudah berlangsung lama. Masalah ini tidak kunjung sembuh meski telah menjalani perawatan konservatif. Jika benar, Isaksen akan menjadi pemain Lazio keempat yang harus menjalani operasi untuk kondisi serupa dalam 12 bulan terakhir.
Sebelumnya, Mattia Zaccagni, Niccolรฒ Rovella, dan Danilo Cataldi juga mengalami cedera pangkal paha yang memerlukan tindakan bedah. Pola cedera yang berulang ini memunculkan tanda tanya besar terhadap metode latihan dan program kebugaran yang diterapkan oleh staf medis Lazio. Apakah ada kesalahan dalam penanganan cedera atau justru jadwal pertandingan yang terlalu padat menjadi penyebabnya?
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kondisi Lazio ini bisa menjadi pelajaran berharga. Klub-klub di Liga 1 Indonesia kerap menghadapi masalah serupa, terutama saat kompetisi berjalan ketat. Manajemen cedera yang buruk tidak hanya merugikan klub secara finansial, tetapi juga menurunkan kualitas pertandingan. Lazio, yang musim lalu finis di posisi ketujuh Serie A, kini harus berpikir keras untuk mempertahankan konsistensi tanpa sejumlah pemain kunci.
Ke depan, Lazio dihadapkan pada pilihan sulit: memaksakan pemain yang baru pulih cedera atau mengandalkan pemain muda yang minim pengalaman. Dengan jadwal padat yang menanti, termasuk kualifikasi Liga Champions, keputusan yang salah bisa berakibat fatal. Akankah Lazio mampu bangkit dari krisis ini, atau justru terperosok lebih dalam? Hanya waktu yang bisa menjawab.



