Inter Milan Mulai Mendinginkan Minat pada Solet: Harga Terlalu Tinggi dan Masalah Fisik
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan mengendurkan upaya merekrut bek Udinese, Oumar Solet, karena perbedaan harga dan kekhawatiran kondisi fisiknya.
- Udinese mematok harga โฌ30 juta, sementara Inter hanya bersedia โฌ20 juta; Solet akan habis kontrak tahun depan.
- Como dan Atletico Madrid juga mengincar Solet, sementara Inter beralih ke target lain seperti Trevoh Chalobah.

Inter Milan mulai mengurangi intensitas perburuan terhadap bek Udinese, Oumar Solet, setelah negosiasi menemui jalan buntu. Klub asal Milan itu menilai harga yang diminta terlalu tinggi, ditambah adanya kekhawatiran soal kondisi fisik pemain asal Prancis tersebut.
Pada awal pekan ini, Inter melepas empat pemain senior yang kontraknya berakhir, termasuk tiga bek: Francesco Acerbi, Stefan De Vrij, dan Matteo Darmian. Kiper Yann Sommer juga hengkang. Direktur Olahraga Inter, Piero Ausilio, mengonfirmasi bahwa klub membutuhkan setidaknya dua bek baru musim panas ini. Solet sempat menjadi kandidat utama, tetapi pembicaraan dengan Udinese mandek.
Menurut laporan Calciomercato, Udinese membanderol Solet sebesar โฌ30 juta. Inter hanya bersedia membayar sekitar โฌ20 juta, mengingat kontrak Solet akan habis dalam waktu kurang dari setahun. Jika tidak ada kesepakatan, Solet bisa pergi gratis pada 2026. Inter menilai angka โฌ30 juta terlalu mahal untuk pemain yang berpotensi hengkang tanpa biaya.
Selain soal harga, ada kekhawatiran medis. Il Messaggero melaporkan bahwa Inter meragukan kondisi fisik Solet, terutama adanya dugaan masalah kronis pada tulang rawan lututnya. Hal ini bisa membatasi menit bermainnya jika bergabung ke San Siro. Ausilio sendiri, dalam acara di Rimini, menyatakan bahwa Solet hanyalah salah satu opsi dan bukan satu-satunya. โKami tidak terburu-buru dan bisa memulai pramusim dengan skuad yang ada,โ ujarnya.
Situasi ini membuka peluang bagi klub lain. Como, yang baru promosi ke Serie A, dikabarkan tertarik pada Solet. Atletico Madrid juga disebut-sebut sebagai peminat. Sementara itu, Inter dilaporkan mengalihkan perhatian ke bek Chelsea, Trevoh Chalobah, yang dihargai โฌ40 jutaโangka yang juga tidak murah. Persaingan di bursa transfer Italia musim panas ini semakin ketat, dengan banyak klub berburu pemain bertahan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub besar seperti Inter harus berhitung matang di bursa transfer, terutama saat berhadapan dengan klub yang mematok harga tinggi. Keputusan Inter bisa menjadi contoh bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, dalam mengelola negosiasi dan prioritas rekrutmen. Ke depan, apakah Inter akan mengamankan Solet dengan harga lebih rendah, atau beralih total ke target lain? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa pekan mendatang.



