Jarell Quansah: Bek Muda Inggris yang Bersinar di Bundesliga dan Siap Guncang Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Bek tengah Bayer Leverkusen, Jarell Quansah, menjadi pemain Inggris terbaru yang sukses di Bundesliga setelah hengkang dari Liverpool pada musim panas 2025.
- Penampilannya yang konsisten di lini belakang Leverkusen membawanya masuk skuad Timnas Inggris asuhan Thomas Tuchel dan debut di Piala Dunia 2026.
- Kemampuan bertahan dan fleksibilitasnya sebagai bek kanan membuatnya menjadi aset berharga bagi Three Lions di turnamen empat tahunan tersebut.

Jarell Quansah, bek tengah Bayer Leverkusen berusia 23 tahun, menjelma menjadi salah satu pemain Inggris paling bersinar di Bundesliga musim lalu. Kepindahannya dari Liverpool pada musim panas 2025 tidak hanya memberinya menit bermain reguler, tetapi juga mengantarnya ke panggung Piala Dunia 2026 bersama Timnas Inggris.
Quansah mengikuti jejak Jude Bellingham dan Jadon Sancho yang lebih dulu merasakan kesuksesan di Jerman. Dalam musim perdananya bersama Leverkusen, ia tampil dalam 28 dari 34 pertandingan Bundesliga dan mencetak empat gol, termasuk satu gol pada laga debutnya melawan Hoffenheim. Kepercayaan diri dan ketenangannya dalam menguasai bola menjadi modal utama untuk menembus skuad utama tim asuhan Kasper Hjulmand.
Kiprahnya di level klub menarik perhatian pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel. Quansah menjalani debut internasional pada November 2025 dan langsung dipercaya tampil sebagai bek kanan dalam laga Piala Dunia melawan Panama. Meski harus ditarik keluar pada babak kedua karena cedera, penampilannya dianggap cukup memuaskan.
Tuchel memberikan pujian tinggi kepada Quansah. โSaya sangat percaya padanya. Saya melihat bakatnya secara utuh. Ia tinggi, cepat, kuat dalam membangun serangan, dan tangguh di udara. Ia sedikit lebih unggul dari Trent Alexander-Arnold,โ ujar Tuchel. Sementara itu, pelatih Leverkusen Kasper Hjulmand menambahkan, โIa adalah bek yang cerdas dan memiliki kehadiran nyata. Perkembangannya pesat dan menjadi pemain penting bagi kami.โ
Fleksibilitas Quansah menjadi nilai tambah bagi Inggris. Selain sebagai bek tengah, ia mampu bermain sebagai bek kanan, posisi yang diisinya saat debut internasional. Kemampuan membaca permainan, tekel keras, serta keberanian membawa bola keluar dari tekanan membuatnya menjadi opsi menarik di lini belakang Three Lions. Di Piala Dunia 2026, ia diharapkan bisa bersaing dengan pemain seperti John Stones dan Harry Maguire untuk mengisi posisi starter.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Quansah menjadi contoh bagaimana pemain muda berani meninggalkan zona nyaman demi menit bermain reguler. Fenomena pemain Inggris merantau ke Bundesliga juga menarik diamati, mengingat banyak pemain Asia, termasuk Indonesia, yang kini mulai melirik liga Jerman sebagai batu loncatan karier. Keberhasilan Quansah bisa menjadi inspirasi bagi talenta muda Tanah Air untuk tidak takut mencoba peruntungan di luar negeri.
Dengan usia yang masih muda dan potensi besar, Quansah diprediksi akan menjadi pilar penting Inggris di turnamen-turnamen mendatang. Pertanyaannya, mampukah ia mempertahankan performa dan membawa pulang trofi Piala Dunia pertamanya? Atau akankah cedera kembali menghambat langkahnya seperti yang terjadi di laga melawan Panama? Waktu yang akan menjawab.



