Aston Martin Bawa Paket Upgrade Besar ke Hungaria: Harapan Baru di Tengah Keterpurukan
Baca dalam 60 detik
- Aston Martin akan memperkenalkan upgrade besar di GP Hungaria, fokus pada pengurangan berat dan perbaikan aerodinamika.
- Tim yang saat ini berada di posisi ke-10 klasemen konstruktor berharap langkah ini bisa menyelamatkan musim dan mempertahankan Fernando Alonso.
- Adrian Newey mengakui keterlambatan desain dan masalah organisasi sebagai penyebab performa buruk, namun optimistis dengan arah baru.

Aston Martin akhirnya akan meluncurkan paket peningkatan performa besar pertamanya musim ini di Grand Prix Hungaria, akhir Juli. Langkah ini menjadi titik krusial bagi tim yang terpuruk di dasar klasemen konstruktor, sekaligus menjadi ujian bagi kepemimpinan Adrian Newey yang baru setahun bergabung.
Tim berlogo sayap hijau itu saat ini menghuni posisi ke-10 dari 11 tim, hanya mengoleksi satu poin dari Grand Prix Monako. Ketertinggalan rata-rata 3,4 detik dari pemimpin balapan membuat Aston Martin nyaris tak kompetitif. Namun, Newey memilih strategi berani: menahan diri dari upgrade kecil-kecilan dan memusatkan sumber daya untuk satu lompatan signifikan.
โKami memprediksi langkah besar, tapi saya enggan menyebut angka pasti karena alat simulasi kami belum cukup canggih,โ ujar Newey dalam wawancara di situs resmi tim. Paket upgrade yang akan dibawa ke Hungaria mencakup pengurangan bobot signifikan dan perubahan besar pada permukaan aerodinamis, termasuk hidung baru dan sayap belakang yang direvisi. Sasis depan tetap, sementara suspensi belakang mendapat penyesuaian ringan.
Newey mengakui bahwa awal musim yang buruk disebabkan oleh kombinasi desain yang terburu-buru setelah kedatangannya pada Maret tahun lalu, serta temuan bahwa proses organisasi tim tidak memadai. โSaat mendesain terburu-buru, bobot adalah hal pertama yang dikorbankan,โ jelasnya. Tim juga menghadapi masalah getaran saat mengintegrasikan unit daya Honda, yang memperparah kelebihan bobot.
Di sisi aerodinamika, Newey mengambil arah berani yang sebagian besar didorong olehnya sendiri. โSaya tidak akan mengatakan arah itu sepenuhnya salah, tapi menimbulkan tantangan yang tidak kami antisipasi,โ katanya. Ia juga mengungkapkan bahwa kesehatannya sempat terganggu tahun lalu, meski kini sudah pulih.
Nasib upgrade ini tak hanya menentukan posisi Aston Martin di klasemen, tapi juga masa depan Fernando Alonso di tim. Pembalap veteran berusia 45 tahun itu kontraknya habis akhir musim dan masih mempertimbangkan opsi pensiun atau pindah ke ajang lain. โFernando sangat menantikan upgrade ini. Jika berhasil, kami berharap dia tetap di kokpit musim depan,โ ujar Newey. Alonso ingin melihat kemajuan nyata sebelum memutuskan.
Namun, Newey menolak memberikan perkiraan angka peningkatan performa. Ia mengakui bahwa alat simulasi tim belum cukup canggih dan terkorelasi dengan baik. โInvestasi pada alat simulasi sedang dilakukan, tapi hasil nyata baru akan terlihat akhir tahun,โ tambahnya. Ini menjadi ujian pertama bagi metode kerja baru di bawah komando Newey.
Di luar sasis, Honda juga diharapkan membawa pengembangan mesin pada musim panas ini, meski belum diumumkan di seri mana. Mesin Honda disebut sebagai yang terlemah di grid, dengan defisit tenaga sekitar 50 kW dibanding pesaing. Langkah ini krusial karena performa mesin sangat memengaruhi daya saing Aston Martin.
Newey juga mengklarifikasi perannya sebagai team principal, yang disandangnya sejak November lalu. Menurutnya, gelar itu lebih merupakan persyaratan formal FIA, namun dalam praktiknya ia memegang kendali atas keputusan strategis utama, bersama pemilik tim Lawrence Stroll. Sementara itu, Andy Cowell yang sebelumnya menjabat team principal kini beralih sebagai chief strategy officer, fokus pada kerja sama dengan Honda, dan diperkirakan akan meninggalkan tim akhir musim ini.
Dengan segala tantangan yang ada, Grand Prix Hungaria pada 24-26 Juli akan menjadi momen penentu: apakah Aston Martin mampu bangkit dari keterpurukan, atau justru semakin tenggelam? Jawabannya akan sangat menentukan arah tim musim depan, termasuk masa depan Alonso dan kredibilitas proyek ambisius Lawrence Stroll.



