Tottenham Incar Bakat Muda Bundesliga: Said El Mala, 'Gareth Bale Baru' dengan Harga £43 Juta
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur serius mengejar winger muda Koln, Said El Mala, dengan banderol £43 juta setelah gagal bersaing dengan Brentford.
- Pemain 19 tahun itu disebut memiliki kemiripan dengan Gareth Bale, terutama dalam hal kecepatan, dribel, dan kemampuan mencetak gol dari sisi sayap.
- Jika transfer terwujud, El Mala akan menjadi bagian dari belanja besar Spurs yang juga mencakup Sandro Tonali dan Mateus Fernandes.

Tottenham Hotspur dikabarkan tengah menjalin komunikasi intensif dengan perwakilan Said El Mala, winger muda milik FC Koln yang disebut-sebut sebagai 'Gareth Bale baru'. Klub asal London Utara itu siap menggelontorkan dana sebesar £43 juta untuk memboyong pemain berusia 19 tahun tersebut ke Premier League, setelah langkahnya menuju Brentford gagal di menit akhir.
Menurut laporan TEAMtalk, Spurs bukan satu-satunya peminat. Nottingham Forest dan Newcastle United juga ikut dalam perburuan pemain yang musim lalu mencetak 13 gol di Bundesliga tersebut. Namun, Tottenham disebut telah melakukan pemantauan rutin dan pembicaraan personal dengan agen El Mala, menandakan keseriusan mereka dalam proyek peremajaan skuad.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Tottenham di bursa transfer musim panas ini. Selain El Mala, Spurs juga membidik gelandang Newcastle Sandro Tonali yang bernilai £100 juta dan Mateus Fernandes dari Manchester United. Jika ketiga transfer berhasil, ini akan menjadi belanja terbesar dalam sejarah klub di bawah kepemilikan ENIC.
Perbandingan El Mala dengan Gareth Bale bukan tanpa alasan. Pengamat sepak bola Eropa, Bence Bocsak, menggambarkan El Mala sebagai "pemain jalanan yang terus berlari" dengan akselerasi eksplosif yang membuatnya sulit dihentikan saat menggiring bola. Statistik musim lalu menunjukkan ia berada di 6% terbaik winger di lima liga top Eropa untuk dribel produktif (0,93 per 90 menit) dan 3% terbaik untuk membawa bola yang berujung tembakan (2,02 per 90 menit).
Meski demikian, membandingkan El Mala dengan Bale yang telah memenangi Liga Champions dan menjadi ikon Real Madrid tentu terlalu dini. Namun, gaya bermainnya sebagai inside forward yang suka memotong dari sayap kiri ke tengah, serta kemampuannya mencetak gol, memang mengingatkan pada masa kejayaan Bale di Tottenham. Bedanya, El Mala berkaki kanan, sementara Bale kidal.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah Tottenham ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan pergeseran strategi klub-klub Premier League yang kini berani merekrut pemain muda berbakat dari Bundesliga dengan harga tinggi. Jika El Mala sukses, ia bisa menjadi inspirasi bagi pemain Asia Tenggara yang ingin menembus liga top Eropa melalui jalur serupa.
Pertanyaan besarnya, mampukah El Mala beradaptasi dengan kerasnya Premier League dan memenuhi ekspektasi sebagai 'Bale baru'? Atau akankah ia menjadi salah satu dari sekian banyak talenta muda yang gagal bersinar di panggung sebesar Tottenham? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: bursa transfer musim panas ini akan menjadi ujian bagi ambisi Tottenham untuk kembali ke papan atas.



