Peacock Premium Plus Kini Bisa Dinikmati Langsung di YouTube, Perang Streaming Makin Sengit
Baca dalam 60 detik
- Layanan streaming Peacock Premium Plus resmi tersedia melalui YouTube Primetime Channels, memungkinkan pengguna mengakses konten tanpa aplikasi terpisah.
- Kemitraan ini merupakan bagian dari kesepakatan luas antara NBCUniversal dan Google yang diumumkan pada akhir 2025, memperkuat strategi distribusi lintas platform.
- Langkah ini berpotensi mengubah kebiasaan konsumsi konten digital di Indonesia, di mana YouTube menjadi platform dominan, dan memicu persaingan layanan OTT lokal.

Comcast melalui anak usahanya, NBCUniversal, resmi membuka akses layanan streaming Peacock Premium Plus melalui YouTube Primetime Channels mulai Senin (29/6). Langkah ini menandai babak baru dalam persaingan industri hiburan digital, di mana raksasa media tradisional mulai merangkul platform berbagi video untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Dengan integrasi ini, pelanggan Peacock Premium Plus dapat menikmati konten langsung di dalam antarmuka YouTube tanpa perlu beralih aplikasi. Koleksi tayangan yang tersedia mencakup siaran olahraga langsung, serial populer NBC dan Bravo, program orisinal, serta film-film Universal. Layanan ini menawarkan tayangan dengan iklan terbatas, berbeda dengan versi gratis yang lebih banyak diselingi promosi.
Keputusan NBCUniversal mengikuti kesepakatan strategis dengan Google yang diumumkan pada akhir 2025. Primetime Channels sendiri merupakan fitur yang memungkinkan pengguna YouTube berlangganan berbagai layanan streaming pihak ketiga, menjadikan platform tersebut semacam "pusat kendali" hiburan. Meski begitu, perusahaan menegaskan pelanggan tetap bisa mendaftar langsung melalui situs resmi Peacock.
Bagi pasar Indonesia, langkah ini membawa implikasi menarik. YouTube merupakan platform video paling populer di Tanah Air, dengan penetrasi tinggi di kalangan milenial dan Gen Z. Jika Peacock serius menjajaki ekspansi ke Asia Tenggara, integrasi dengan YouTube bisa menjadi pintu masuk yang efektif. Namun, tantangan berat menanti dari pemain lokal seperti Vidio, Mola, dan layanan internasional seperti Netflix yang sudah mapan.
Menurut analis industri media, model distribusi semacam ini menguntungkan kedua belah pihak. YouTube mendapatkan komisi dari langganan, sementara NBCUniversal mengurangi biaya akuisisi pelanggan dan memanfaatkan basis pengguna YouTube yang besar. โIni adalah kemenangan bersama, tetapi pertanyaan besarnya adalah apakah konsumen akan setia pada satu platform agregator atau justru semakin bingung dengan banyaknya pilihan,โ ujar seorang pengamat media yang enggan disebutkan namanya.
Ke depan, persaingan layanan streaming diprediksi semakin mengarah pada kemitraan lintas platform. Apakah langkah Peacock ini akan diikuti oleh Disney+ atau Warner Bros. Discovery? Atau justru memicu lahirnya super-app streaming ala Asia? Pasar Indonesia akan menjadi saksi bagaimana dinamika ini berujung pada perubahan kebiasaan menonton masyarakat.



