Inter Milan Buka Suara soal Transfer Jones, Camavinga, dan Solet: Ada Celah Besar
Baca dalam 60 detik
- CEO Inter Milan Piero Ausilio mengakui negosiasi dengan Liverpool untuk Curtis Jones terhambat perbedaan harga yang signifikan, dengan tawaran Inter sekitar €25 juta berbanding permintaan €40 juta.
- Inter juga mengendurkan minat pada Oumar Solet dan Eduardo Camavinga karena faktor harga dan gaji yang tidak realistis, meski tetap berencana mendatangkan dua bek baru.
- Pernyataan ini menegaskan strategi Inter yang berhati-hati di bursa transfer, mengutamakan keseimbangan keuangan di tengah persaingan Serie A yang ketat.

Direktur Olahraga Inter Milan, Piero Ausilio, secara terbuka mengakui adanya kesenjangan besar antara nilai tawar klubnya dengan banderol yang dipasang Liverpool untuk gelandang Curtis Jones. Dalam sebuah acara di Rimini yang menandai pembukaan bursa transfer Serie A, Ausilio juga mengonfirmasi bahwa dua nama lain yang santer dikaitkan, Oumar Solet dan Eduardo Camavinga, saat ini berada di luar jangkauan finansial Nerazzurri.
Jones, yang kontraknya di Anfield masih berlaku hingga Juni 2027, menjadi target utama Inter sejak Januari lalu. Namun, Liverpool bersikukuh tidak akan melepas pemain asal Inggris itu di bawah €40 juta. Sebaliknya, Inter hanya menyiapkan proposal senilai €25 juta—selisih yang menurut Ausilio membuat negosiasi hampir mustahil dijembatani. “Kami menghargai hak Liverpool untuk mematok harga, tapi kami juga punya hak untuk menolak. Saat ini, operasi ini sangat sulit,” ujarnya.
Selain Jones, Ausilio juga mendinginkan spekulasi mengenai bek Udinese, Oumar Solet. Meski mengakui Solet sebagai peluang, ia menegaskan bahwa pemain tersebut bukan satu-satunya opsi dan belum tentu cocok dengan skema Inter. “Kami tidak terburu-buru. Kami bisa memulai pramusim dengan skuad yang ada,” kata Ausilio, sembari menegaskan bahwa klub tetap berniat mendatangkan dua pemain bertahan baru.
Yang lebih mengejutkan, Ausilio dengan tegas membantah minat terhadap gelandang Roma, Niccolò Pisilli. Sementara itu, saat ditanya soal gelandang Real Madrid, Eduardo Camavinga, ia menghela napas frustrasi. “Kami harus realistis. Ada pemain yang bisa dipertimbangkan, ada yang tidak. Kami tahu nilai transfer dan gaji Camavinga—itu tidak feasible,” ungkapnya.
Pernyataan ini memberi gambaran jelas tentang strategi Inter di bursa transfer musim panas ini: berhati-hati, tidak memaksakan diri, dan fokus pada nilai ekonomis. Di tengah persaingan Serie A yang kian ketat, keputusan untuk tidak berinvestasi besar pada pemain mahal bisa menjadi pedang bermata dua. Apakah langkah ini akan membuat Inter tertinggal dari rival seperti Juventus dan AC Milan, atau justru menjaga stabilitas keuangan klub? Hanya waktu yang akan menjawab.



