Malaysia Perpanjang Kontrak Pencarian MH370 Setahun Lagi, Fokus pada Sisa Area 7.400 Km Persegi
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Malaysia memperpanjang kontrak dengan Ocean Infinity hingga Juni 2027 untuk menyelesaikan pencarian di area tersisa seluas 7.428,54 km persegi.
- Perusahaan hanya akan dibayar US$70 juta jika berhasil menemukan bangkai pesawat, mencerminkan skema no-cure-no-pay yang ketat.
- Perpanjangan ini mengakomodasi jadwal komersial Ocean Infinity yang akan mengalihkan aset utama antara November 2026 dan April 2027.

Pemerintah Malaysia resmi memperpanjang kontrak dengan perusahaan eksplorasi laut dalam Ocean Infinity selama satu tahun, terhitung mulai 1 Juli 2026 hingga 30 Juni 2027, untuk melanjutkan pencarian bangkai pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang sejak 2014. Perpanjangan ini diumumkan Menteri Perhubungan Anthony Loke pada Senin (29/6) sebagai bentuk komitmen negara untuk memberikan kepastian bagi keluarga korban.
Pesawat Boeing 777 yang membawa 227 penumpang dan 12 awak itu lenyap dari radar saat terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014. Hingga kini, misteri tersebut belum terpecahkan meskipun berbagai operasi pencarian telah dilakukan di Samudra Hindia bagian selatan. Ocean Infinity sendiri sebelumnya terlibat dalam pencarian hingga 2018, lalu menandatangani kontrak baru pada 2025 untuk menyisir area seluas 15.000 km persegi dengan skema pembayaran hanya jika bangkai ditemukan, senilai US$70 juta.
Menurut Loke, perpanjangan ini diperlukan agar Ocean Infinity dapat menyelesaikan pencarian di area yang belum terjangkau. Namun, perusahaan juga memiliki komitmen komersial lain yang mengharuskan aset utama pencarian dialihkan sementara ke lokasi berbeda antara November 2026 dan April 2027. Artinya, operasi pencarian MH370 akan terhenti selama sekitar enam bulan di tengah masa kontrak.
Bagi Indonesia, perkembangan ini memiliki relevansi tersendiri. Sebagai negara tetangga yang juga kerap dilintasi rute penerbangan internasional, kasus MH370 telah mendorong peningkatan kerja sama regional dalam pelacakan pesawat dan berbagi data radar. Selain itu, hilangnya MH370 juga memicu evaluasi prosedur keselamatan penerbangan di kawasan ASEAN, termasuk di Indonesia, yang memiliki banyak rute di atas lautan lepas.
Keputusan Malaysia ini menunjukkan bahwa meskipun waktu terus berjalan, pemerintah tetap berupaya memberikan jawaban bagi keluarga korban. Namun, tantangan teknis dan logistik masih besar. Ocean Infinity harus bekerja melawan waktu dan cuaca di Samudra Hindia yang ganas. Pertanyaan yang tersisa: akankah perpanjangan ini benar-benar membawa titik terang, atau hanya menjadi babak baru dalam misteri panjang yang belum terpecahkan?



