Gaji Cuma Setengah, Zaniolo Kembali ke Pelukan Lazio?
Baca dalam 60 detik
- Nicolo Zaniolo terancam hengkang dari Udinese hanya beberapa pekan setelah dipermanenkan karena sengketa gaji yang mencapai separuh dari pendapatannya di Galatasaray.
- Udinese membuka pintu transfer dengan banderol โฌ15-20 juta untuk pemain 26 tahun itu, yang telah membela lima klub berbeda dalam tiga musim terakhir.
- Lazio di bawah Gennaro Gattuso menjadi peminat utama, memanfaatkan situasi finansial Udinese yang perlu dana segar untuk belanja pemain baru.

Karier Nicolo Zaniolo kembali memasuki fase tak menentu. Hanya beberapa pekan setelah Udinese resmi mengaktifkan klausul pembeliannya dari Galatasaray, pemain berusia 26 tahun itu dikabarkan akan segera meninggalkan Friuli menyusul ketidakpuasan terhadap nilai kontrak yang dinilai jauh dari harapan.
Zaniolo menjalani musim 2025/26 sebagai pemain pinjaman di Udinese. Dari 34 penampilan di Serie A, ia menyumbang enam gol dan enam assistโcatatan yang cukup untuk meyakinkan klub mengeluarkan opsi pembelian permanen. Namun, di balik kepindahan itu, tersimpan masalah klasik: gaji. Menurut laporan SportMediaset, Zaniolo saat ini hanya menerima โฌ1,5 juta per musim, atau sekitar setengah dari apa yang ia dapat saat masih berseragam Galatasaray.
Ketimpangan ini berakar dari kesepakatan yang diteken saat ia bergabung dengan status pinjaman pada bursa transfer musim panas lalu. Kala itu, Zaniolo disebut enggan namun terpaksa menerima pemotongan gaji demi memuluskan kepindahan di menit-menit akhir jendela transfer. Agennya sempat mengisyaratkan adanya 'kesepakatan gentleman' untuk menegosiasi ulang kontrak begitu status pinjaman berubah menjadi permanen. Namun, Udinese tak memiliki kewajiban hukum untuk menaikkan upahnya.
Situasi ini membuka peluang bagi Lazio. I Biancocelesti yang kini ditangani Gennaro Gattuso dikabarkan tertarik memboyong Zaniolo ke Stadio Olimpico. Bagi Lazio, Zaniolo bisa menjadi opsi serangan yang fleksibel di lini depan. Namun, Udinese tak akan melepasnya dengan harga murah. Klub asal Friuli membutuhkan dana segar untuk belanja pemain baru musim panas ini, dan mereka membanderol mantan pemain AS Roma itu di kisaran โฌ15 juta hingga โฌ20 juta.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer Zaniolo menjadi pengingat betapa rapuhnya posisi pemain di hadapan kekuatan kontrak klub. Kasus ini juga menyoroti pentingnya negosiasi gaji yang matang sebelum menandatangani perjanjian jangka panjang. Di tengah gempuran bursa transfer yang kian agresif, Zaniolo menjadi contoh bagaimana seorang pemain bisa terjebak dalam lingkaran ketidakpuasan meski telah mendapatkan kepastian klub.
Pertanyaan besarnya: akankah Lazio benar-benar merealisasikan minatnya, atau justru klub lain muncul di menit akhir? Dengan jendela transfer musim panas yang masih panjang, nama Zaniolo dipastikan akan terus menghiasi halaman depan media olahraga Italia.



