Kreativitas Suporter Jepang: Kantong Plastik Biru untuk Dukungan dan Kebersihan Stadion
Baca dalam 60 detik
- Suporter Jepang membawa 15.000 kantong plastik biru ke Piala Dunia 2026 untuk menciptakan lautan biru sekaligus membersihkan stadion.
- Tradisi ini berawal dari Piala Dunia 1998 dan kini didukung oleh mitra resmi JFA, APA Hotel, yang memproduksi kantong tersebut.
- Inisiatif ini menunjukkan budaya disiplin dan gotong royong yang bisa menjadi inspirasi bagi suporter Indonesia di ajang internasional.

Di tengah hiruk-pikuk Piala Dunia 2026, suporter Jepang kembali menunjukkan ciri khas mereka: semangat mendukung tim nasional yang dibarengi dengan kepedulian terhadap kebersihan. Ribuan kantong plastik berwarna biru telah disiapkan untuk laga knock-out melawan Brasil, Senin (29/6) waktu setempat. Kantong tersebut memiliki fungsi ganda—sebagai alat penyemangat yang menciptakan efek visual lautan biru di tribun, sekaligus sebagai tempat sampah untuk membersihkan area stadion usai pertandingan.
Inisiatif ini bukanlah hal baru. Masaya Fukumori, suporter veteran berusia 38 tahun, menceritakan bahwa tradisi membawa kantong plastik biru sudah dimulai sejak Piala Dunia 1998 di Prancis. Saat itu, para penggemar saling mengimbau untuk “membuat tribun sebiru mungkin.” Sejak Piala Dunia 2014 di Brasil, kantong tersebut juga digunakan dalam pertandingan sepak bola Olimpiade dan ajang lainnya. “Kami membawanya untuk bersorak, tetapi secara alami hal itu mendorong upaya spontan untuk memungut sampah,” ujar Fukumori.
Untuk turnamen kali ini, APA Hotel Co., jaringan hotel besar yang menjadi mitra resmi Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA), memproduksi kantong plastik tersebut. Relawan suporter kemudian membawa beberapa ratus kantong masing-masing dari Jepang—total sekitar 15.000 kantong—dan membagikannya di venue pertandingan. Pada laga penyisihan grup melawan Swedia di Dallas Stadium, Kamis (25/6), tribun berubah menjadi lautan biru saat para suporter melambaikan kantong berisi udara dan bersorak ketika pemain memasuki lapangan.
Fenomena ini tidak hanya menarik perhatian karena kreativitasnya, tetapi juga mencerminkan budaya disiplin dan gotong royong yang melekat pada masyarakat Jepang. Di Indonesia, kebiasaan serupa mulai terlihat di beberapa pertandingan Liga 1, meskipun belum terorganisir secara masif. Inisiatif seperti ini bisa menjadi contoh bagi suporter Tanah Air untuk tidak hanya mendukung tim kesayangan, tetapi juga menjaga kebersihan stadion, terutama saat Indonesia menjadi tuan rumah ajang internasional seperti Piala Dunia U-20 atau SEA Games.
Menjelang laga melawan Brasil yang menentukan langkah ke babak 16 besar, Fukumori berharap para suporter dapat menggunakan kantong biru tersebut untuk bersorak sepenuh hati. “Dengan kantong biru di tangan, saya berharap para penggemar akan mendukung Jepang dengan segenap jiwa,” katanya. Pertandingan Brasil vs Jepang dijadwalkan berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Texas, dan diprediksi akan disaksikan puluhan ribu penonton.
Ke depannya, apakah tradisi unik ini akan diadopsi oleh suporter dari negara lain? Atau mungkinkah Indonesia bisa meniru langkah serupa untuk menciptakan atmosfer pertandingan yang lebih tertib dan bersih? Yang jelas, aksi suporter Jepang kali ini kembali membuktikan bahwa sepak bola tidak hanya soal kemenangan di lapangan, tetapi juga tentang nilai-nilai kebersamaan dan tanggung jawab sosial.



