David Moyes Rancang Everton Impian: Belanja Rp 2,8 Triliun demi Bangkit ke Eropa
Baca dalam 60 detik
- Everton berpotensi mendatangkan lima pemain baru dengan total biaya mencapai ยฃ138 juta atau sekitar Rp 2,8 triliun pada bursa transfer musim panas mendatang.
- Skuad impian David Moyes mencakup rekrutan seperti Jarrod Bowen, John Stones, dan Folarin Balogun untuk membawa The Toffees kembali bersaing di papan atas Premier League.
- Jika terealisasi, belanja besar ini bisa mengakhiri puasa Everton dari kompetisi Eropa yang terakhir kali diikuti pada musim 2017/18.

David Moyes tengah menyusun skuad impian untuk membawa Everton kembali ke pentas Eropa pada musim 2026/27. Pelatih asal Skotlandia itu disebut siap menggelontorkan dana hingga ยฃ138 juta atau setara Rp 2,8 triliun untuk mendatangkan lima pemain baru, termasuk Jarrod Bowen dan John Stones.
Everton terakhir kali finis di paruh atas klasemen Premier League pada musim 2020/21โsaat itu mereka menempati peringkat kesepuluh. Sejak saat itu, The Toffees selalu berkutat di papan bawah, bahkan nyaris terdegradasi. Tak heran, ambisi Moyes untuk musim depan adalah membawa klub asal Merseyside itu kembali ke kompetisi antarklub Eropa, yang terakhir mereka rasakan pada musim 2017/18 saat tersingkir di fase grup Liga Europa.
Untuk mewujudkan target tersebut, Moyes membutuhkan perombakan besar-besaran. Di lini belakang, ia berencana mendatangkan Aaron Wan-Bissaka dari West Ham United yang terdegradasi ke Championship, dengan nilai transfer sekitar ยฃ20 juta. Kehadiran bek kanan natural ini diharapkan bisa menutup celah yang selama ini diisi oleh Jake O'Brien yang bukan pemain asli posisi tersebut.
Di sektor bek tengah, performa James Tarkowski yang mencatat sembilan kesalahan berujung kebobolan musim lalu membuat Moyes mencari sosok yang lebih tenang dan berpengalaman. Nama John Stones muncul sebagai kandidat utama setelah kontraknya di Manchester City habis. Bek berusia 32 tahun itu akan kembali ke Goodison Park secara gratis, membawa enam gelar Premier League, satu trofi Liga Champions, dan 91 caps bersama Timnas Inggris.
Di lini tengah, Moyes hanya berencana menambah satu pemain baru: Hayden Hackney dari Middlesbrough dengan kesepakatan ยฃ25 juta. Gelandang muda yang baru dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Championship musim 2025/26 ini akan berduet dengan James Garner sebagai gelandang bertahan, sementara Kiernan Dewsbury-Hall akan mengisi posisi gelandang serang. Kombinasi tiga pemain teknikal ini diyakini bisa memberikan Everton penguasaan bola yang lebih dominan.
Bagian paling menarik tentu ada di lini depan. Musim lalu, tak ada satu pun pemain Everton yang mencatatkan dua digit gol atau assist di Premier League. Iliman Ndiaye yang mencetak enam gol dan tiga assist kemungkinan besar tetap menjadi pilihan utama di sisi kiri. Namun, untuk posisi sayap kanan, Moyes mengincar Jarrod Bowen yang pernah bekerja sama dengannya di West Ham. Bowen, yang saat ini dihargai ยฃ50 juta, telah membuktikan konsistensinya di level tertinggi dan akan menjadi peningkatan signifikan dibandingkan opsi yang ada.
Untuk posisi ujung tombak, Everton dikaitkan dengan Folarin Balogun dari Monaco. Striker berusia 25 tahun itu mencetak 19 gol di semua kompetisi musim lalu, termasuk 13 gol di Ligue 1, dan tiga gol untuk Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia. Dengan nilai transfer sekitar ยฃ43 juta, Balogun dianggap sebagai peningkatan besar dibandingkan Thierno Barry (8 gol) dan Beto (9 gol) yang menjadi andalan musim lalu.
โIni adalah skuad impian yang bisa mengakhiri puasa panjang Everton dari kompetisi Eropa. Namun, masih harus dilihat apakah klub mampu dan bersedia mengeluarkan dana sebesar itu,โ demikian analisis dari pengamat sepak bola Inggris.
Jika semua rencana terealisasi, Everton akan tampil dengan formasi 4-2-3-1: Pickford; Wan-Bissaka, Stones, Branthwaite, Mykolenko; Garner, Hackney; Bowen, Dewsbury-Hall, Ndiaye; Balogun. Pertanyaannya, mampukah manajemen klub menyetujui belanja besar ini di tengah keterbatasan finansial yang kerap membelenggu? Ataukah ini hanya sekadar angan-angan yang sulit terwujud?



