Pesta Perdana Irlandia di Piala Dunia T20: Orla Prendergast Bantai West Indies
Baca dalam 60 detik
- Irlandia mengakhiri puasa kemenangan di Women's T20 World Cup setelah 21 kekalahan beruntun, dengan mengalahkan West Indies di Bristol.
- Orla Prendergast menjadi bintang lewat 63 run dari 44 bola, sementara spinner Cara Murray tampil gemilang dengan 2-13.
- Kekalahan ini belum mengeliminasi West Indies; mereka masih berpeluang lolos jika Selandia Baru kalah dari Inggris.

Irlandia akhirnya memecahkan telur di ajang Women's T20 World Cup setelah menaklukkan West Indies dengan kemenangan meyakinkan di Bristol, Jumat malam. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Irlandia dalam enam edisi turnamen, setelah sebelumnya menelan 21 kekalahan beruntun.
Dalam pertandingan Grup 1 tersebut, West Indies yang merupakan juara edisi 2016 hanya mampu mengumpulkan 128-7 dalam 20 overs. Tiga pukul andalan merekaโHayley Matthews, Stafanie Taylor, dan Deandra Dottinโgagal menunjukkan taji, semuanya mencetak run dengan strike rate di bawah 100. Chinelle Henry menjadi satu-satunya yang bersinar dengan 27 run tidak keluar, namun itu tak cukup untuk mengejar ketertinggalan.
Spinner Irlandia, Cara Murray, tampil sebagai pembeda dengan catatan 2-13 dari empat overs, termasuk wicket kunci Matthews yang hanya membuat 22 run. Performa apik para bowler Irlandia membuat West Indies kesulitan membangun inning yang solid.
Dalam mengejar target 129, kapten Irlandia Gaby Lewis jatuh cepat, namun Orla Prendergast bersama Amy Hunter membangun kemitraan kritis sebesar 62 run. Hunter, yang sempat di-drop pada skor tiga, akhirnya membuat 28 run sebelum Prendergast mengambil alih pertandingan. Prendergast mencetak 63 run dari 44 bola dengan delapan four dan dua six, sebelum akhirnya gugur di over ke-16. Saat itu Irlandia masih membutuhkan 21 run dari 28 bola, namun Rebecca Stokell dengan tenang mengantarkan timnya menang dengan 11 bola tersisa.
Meski menang, Irlandia dipastikan gagal finis di empat besar grup dan harus melalui babak kualifikasi untuk edisi 2028. Sementara itu, kekalahan ini tidak langsung mengeliminasi West Indies. Mereka masih memiliki net run rate yang lebih baik dari Sri Lanka, sehingga akan lolos jika Selandia Baru kalah dari Inggris dalam pertandingan berikutnya.
Bagi penggemar kriket Indonesia, kemenangan Irlandia ini menjadi pengingat bahwa tim non-unggulan mampu memberikan kejutan di panggung global. Dengan semakin populernya kriket di Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang tengah mengembangkan olahraga ini, kisah Irlandia bisa menjadi inspirasi bagi tim-tim berkembang untuk terus berjuang melawan raksasa kriket dunia.
Pertanyaan selanjutnya: mampukah West Indies mempertahankan asa lolos ke semifinal, atau justru akan tersingkir secara dramatis? Semua akan terjawab dalam laga Inggris vs Selandia Baru yang akan berlangsung Sabtu malam.



