James Buckley Masih Nekat Minum Alkohol Meski Dokter Beri Peringatan Keras: 'Saya Akan Segera Minum Bir'
Baca dalam 60 detik
- Aktor The Inbetweeners, James Buckley, mengaku masih sesekali ke pub meski didiagnosis memiliki kolesterol genetik Lipoprotein(a) yang meningkatkan risiko penyakit jantung.
- Istrinya, Clair, membenarkan bahwa Buckley belum sepenuhnya berhenti minum dan masih menikmati malam di pub, meski sempat melakukan reset pola hidup.
- Buckley juga khawatir kondisi genetiknya dapat diturunkan kepada kedua putranya, yang baru akan berisiko saat menginjak usia yang sama dengannya.

James Buckley, aktor yang dikenal lewat sitkom The Inbetweeners, mengaku masih sesekali menenggak alkohol meski dokter telah memperingatkannya tentang risiko kardiovaskular yang serius. Pengakuan ini disampaikan istrinya, Clair, dalam wawancara di program The Chris Moyles Show, Radio X, baru-baru ini.
Sebelumnya, Buckley mengungkapkan bahwa dirinya telah mengurangi konsumsi alkohol dan mengubah pola makan setelah pemeriksaan darah menunjukkan kadar Lipoprotein(a) yang tinggi. Kondisi ini merupakan kelainan genetik yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan arteri di kemudian hari. Namun, Clair menegaskan bahwa suaminya belum sepenuhnya berhenti minum. "Dia masih minum! Dia memang sempat berhenti untuk sementara, tapi dia tetap pergi ke pub," ujarnya.
Dalam podcast miliknya, At Home With The Buckleys, aktor berusia 38 tahun itu menceritakan reaksinya saat menerima diagnosis. Ia mengaku sempat merasa bersalah karena selama ini kerap mengkritik orang yang tidak minum, namun kini ia justru harus mengurangi konsumsi alkohol. "Saya merasa seperti ada Tuhan yang berkata, 'Ini pelajaran untukmu'," katanya sambil tertawa. Meski demikian, Buckley menegaskan bahwa ia tidak akan sepenuhnya berhenti. "Saya hanya mencoba melakukan reset kecil. Kami minum bir setiap hari selama pandemi, jadi ini semacam wake-up call," tambahnya.
Di balik sikap santainya, Buckley mengaku memiliki kekhawatiran yang lebih dalam: kemungkinan kedua putranya, Harrison dan Jude, mewarisi kondisi genetik yang sama. "Karena ini genetik, anak-anak saya mungkin mengalaminya. Mereka baik-baik saja sekarang, tapi saat mencapai usia saya, masalah bisa muncul," ungkapnya. Para ahli kesehatan menilai bahwa kesadaran dini terhadap faktor risiko genetik seperti Lipoprotein(a) sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung.
Kabar ini muncul hanya beberapa bulan setelah Buckley menyatakan kecintaannya pada pub dan menyesalkan banyaknya bar yang tutup. Dalam wawancara dengan BBC News pada Maret 2026, ia menyebut pub sebagai tempat sakral yang menjadi pusat komunitas tempat ia dibesarkan. "Saya tumbuh di klub pekerja, itu adalah pusat komunitas kami. Sampai sekarang saya masih tidak percaya bisa pergi ke pub. Saya sangat menyukainya dan sayang sekali melihat pub-pub tutup," tuturnya.
Kisah Buckley menyoroti dilema yang sering dihadapi banyak orang: antara kepatuhan pada saran medis dan kebiasaan sosial yang mengakar. Di Indonesia, kesadaran akan kesehatan jantung juga semakin meningkat, namun masih banyak yang mengabaikan faktor genetik. Dokter spesialis jantung di Jakarta, dr. Andi Kurniawan, Sp.JP, menekankan pentingnya deteksi dini. "Lipoprotein(a) adalah faktor risiko yang sering terlewat. Pemeriksaan rutin sangat disarankan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga," ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa perubahan gaya hidup, termasuk mengurangi alkohol, adalah langkah awal yang krusial.
Ke depannya, publik akan terus mengawasi apakah Buckley benar-benar mampu menyeimbangkan kecintaannya pada pub dengan kesehatannya. Akankah ia sepenuhnya berhenti minum demi keluarganya, atau justru tetap mempertahankan gaya hidupnya dengan risiko yang telah ia ketahui? Keputusan ini bukan hanya soal dirinya, tetapi juga menjadi contoh bagi banyak orang yang menghadapi dilema serupa.



