Belgium Bungkam New Zealand 5-1, Garcia Puji Skuad Senior yang Sempat Dikritik
Baca dalam 60 detik
- Kemenangan telak 5-1 atas New Zealand memastikan Belgia lolos ke babak 32 besar sebagai juara Grup G Piala Dunia 2026.
- Pelatih Rudi Garcia membela pemain seniornya yang sempat diragukan, dengan menyebut performa di lapangan sebagai jawaban atas kritik.
- Belgia unggul selisih gol atas Mesir dan akan menghadapi salah satu tim peringkat ketiga terbaik pada fase gugur.

Pelatih tim nasional Belgia, Rudi Garcia, memberikan pujian setinggi langit kepada para pemain seniornya setelah mereka menghancurkan Selandia Baru dengan skor telak 5-1 pada laga pamungkas Grup G Piala Dunia 2026, Jumat (26/6) waktu Vancouver. Kemenangan ini sekaligus membungkam kritik yang sebelumnya dialamatkan pada komposisi skuad 'tua' Belgia.
Leandro Trossard (31) menjadi bintang dengan dua gol, sementara Kevin De Bruyne (34), Romelu Lukaku (33), dan Alexis Saelemaekers (27) masing-masing menyumbang satu gol. Hasil ini memastikan Belgia finis di puncak klasemen Grup G dengan lima poin, unggul selisih gol dari Mesir yang juga mengoleksi lima poin. Langkah Belgia selanjutnya adalah menunggu undian untuk menghadapi salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik.
Garcia mengakui bahwa timnya tampil lebih efisien dibanding dua laga sebelumnya melawan Mesir dan Iran. βIni yang dilakukan para pemain senior malam ini, seperti yang disebut orang-orang. Kami belum memenangkan apa pun, tetapi kami melaju ke fase berikutnya. Syukurlah selisih gol empat gol memberi kami kesempatan menjadi juara grup,β ujar Garcia dalam konferensi pers usai pertandingan.
Pelatih asal Prancis itu menegaskan bahwa kritik eksternal terhadap pemain seniornya tidak memengaruhinya. βSaya tidak membacanya, tapi saya dengar dari Prancis dan Belgia. Jujur, itu bukan sumber motivasi. Saya percaya pada pemain saya, dan jawabannya ada di lapangan,β tegas Garcia. Ia juga mengungkapkan bahwa timnya masih terus berkembang dan akan menikmati kemenangan pertama ini.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa Belgia menjadi pengingat bahwa pengalaman dan ketenangan pemain senior kerap menjadi pembeda di turnamen besar. Meski tidak memiliki tim di Piala Dunia 2026, Indonesia bisa belajar dari pendekatan Garcia yang berani mempertahankan pemain senior di tengah tekanan. Strategi rotasi dan kepercayaan pada pemain berpengalaman menjadi kunci Belgia melewati fase grup dengan gemilang.
Garcia juga menjelaskan bahwa ia melakukan lima perubahan dari susunan pemain saat imbang 0-0 melawan Iran. Romelu Lukaku sengaja dicadangkan, sementara Jeremy Doku kembali menjadi starter setelah pulih dari sakit dan cuti kelahiran anaknya. Keputusan ini terbukti tepat karena Belgia tampil lebih agresif sejak menit awal.
Dengan lolosnya Belgia ke babak 32 besar, pertanyaan selanjutnya adalah sejauh mana tim berjuluk 'Setan Merah' ini bisa melangkah. Garcia sendiri enggan sesumbar, namun optimisme mulai terlihat. βKami belum sepenuhnya masuk, tapi kami terus tumbuh. Kami akan lihat lawan kami nanti,β pungkasnya.



