Antusiasme Warga Lampung Meluap: Rela Panjat Pagar Demi Jokowi
Baca dalam 60 detik
- Ratusan warga Bandar Lampung berdesakan dan memanjat pagar Kedatun Keagungan untuk melihat langsung Jokowi yang memberikan gelar adat.
- Seorang warga rela menunda pekerjaan rumah tangga demi kesempatan langka bertemu mantan presiden yang selama 10 tahun hanya ia saksikan di layar kaca.
- Kunjungan Jokowi yang berlangsung tiga hari ini menjadi ajang nostalgia dan bukti kedekatan emosional dengan rakyat di Lampung.

Antusiasme warga Kelurahan Sepang Jaya, Bandar Lampung, meluap saat Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tiba di Kedatun Keagungan, Sabtu (27/6) pagi. Demi bisa melihat langsung sosok yang memimpin Indonesia selama dua periode itu, puluhan emak-emak dan anak-anak rela berdesakan di luar pagar, bahkan memanjat tembok dan mengintip dari celah-celah pembatas.
Momen unik ini terjadi saat Jokowi menghadiri prosesi pemberian gelar adat Lampung. Pantauan di lokasi menunjukkan warga sudah berkumpul sejak pukul 07.00 WIB, jauh sebelum acara dimulai. Akses masuk yang dibatasi membuat mereka mencari cara alternatif, termasuk berdiri di atas tembok pagar untuk mendapatkan pandangan lebih jelas.
Yati (47), seorang warga setempat, mengaku telah mengetahui kedatangan Jokowi sejak tiga hari lalu. Ia sengaja datang pagi-pagi dan menunda pekerjaan rumah tangganya. "Selama beliau menjabat, saya hanya bisa lihat di TV. Sekarang beliau datang ke dekat rumah, sayang kalau dilewatkan," ujarnya. Ia berharap bisa berfoto dengan Jokowi jika kesempatan itu tiba.
Kisah serupa diungkapkan Rohaya, ibu rumah tangga yang datang bersama anak dan tetangganya. Meski tidak bisa masuk ke area utama, ia mengaku senang karena sempat melihat Jokowi dari dekat. "Dari pagi kami sudah di sini. Senang sekali walau hanya bisa mengintip," katanya.
Kedatangan Jokowi di hari kedua kunjungannya ke Lampung ini bukan sekadar seremoni. Ia menerima penganugerahan gelar adat kehormatan "Baginda Pemuka Bangsa" dari tokoh adat setempat. Prosesi pengangkatan saudara dan pemberian gelar itu melibatkan tiga persaudaraan adat: Penyeimbang Buwai Pemuka Way Kanan, Buwai Subbing Terbanggi Balak, dan Buwai Bulan Megow Pak Tulang Bawang.
Usai acara adat, Jokowi melanjutkan safari politik dengan menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Bandar Lampung dan bertemu relawan. Rencana selanjutnya, ia akan menuju Kabupaten Pesawaran untuk mengunjungi Museum Transmigrasi di Desa Bagelen, Padepokan Gajah Lampung, dan Sentra UMKM Maliosewu.
Kunjungan kerja yang berlangsung tiga hari ini menunjukkan bahwa meski telah lengser, popularitas Jokowi di kalangan akar rumput masih tinggi. Antusiasme warga yang rela berdesakan dan memanjat pagar menjadi bukti kedekatan emosional yang terbangun selama satu dekade kepemimpinannya. Pertanyaan yang muncul: akankah momen serupa terulang saat Jokowi kembali ke Lampung di masa depan?



